2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap ke-7 telah dijadwalkan cair oleh pemerintah melalui PT Pos Indonesia (Persero) pada Rabu, 2 November 2022.
Pengecekan penerima bantuan tersebut dilakukan melalui aplikasi ponsel Pospay yang dapat diunduh melalui Google Playstore.
Adapun bantuan tersebut digelontorkan oleh pemerintah dalam rangka menjawab keluhan para pekerja yang terdampak secara ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
BSU diberikan kepada pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan, syaratnya ialah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli 2022.
Baca juga: Warga Penderita Diabetes di Sukamulya Tangerang Semringah Dapat Bansos
Berikut cara melakukan pengecekan penerima BSU tahap 7 menggunakan aplikasi Pospay.
1. Unduh aplikasi Pospay di Play Store
2. Registrasi Akun dengan membuat username, password, masukan kode OTP yang dikirim via SMS, dan membuat PIN transaksi
Baca juga: Ramai Warga Cairkan BSU di Kantor Bank Tangerang
3. Kemudian masuk ke akun terdaftar dengan cara klik tombol berwarna merah di pojok kanan halaman utama dan klik logo Kementerian Ketenagakerjaan
4. Klik BSU Kemenaker 1 pada bagian Jenis Bantuan
5. Kemudian klik tautan Ambil Foto Sekarang untuk mengambil foto e-KTP. Jika sistem tidak bisa memproses foto, Anda bisa kembali mengambil ulang foto e-KTP Anda
6. Masukkan data pribadi
7. Jika NIK sudah sesuai dengan data penerima BSU, akan muncul QR Code
8. Anda bisa menunjukkan QR Code tersebut saat mengambil bantuan di Kantor Pos
TODAY TAGBencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews