Connect With Us

Wanita Bakar Diri di Tangerang Diduga Dipicu Masalah Keluarga, Simak 7 Tips Mengatasinya

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 29 November 2022 | 16:24

Ilustrasi pertengkaran keluarga. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Dewi, 41, warga Perum Pondok Makmur, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, ditemukan tewas di kediamannya lantaran melakukan aksi membakar diri, pada Senin 28 November 2022.

Melansir dari kompas.com, aksi nekat yang dilakukan Dewi tersebut diduga karena adanya permasalahan keluarga.

"Tapi tadi kata suaminya, mereka memang ada masalah keluarga, tapi karena tadi kondisinya lagi berduka begitu ya, jadi saya tidak berani dan tidak bisa tanya-tanya lagi," ujar Mugi tetangga korban.

Namun, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami terkait motif dari korban mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara mengenaskan tersebut.

Kendati demikian, ketika menghadapi masalah keluarga, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi masalah keluarga seperti dilansir dari hellosehat.com, Selasa 29 November 2022:

 

1. Melatih empati

Langkah ini dapat menjadi salah satu solusi ketika terjadi perselisihan antara anggota rumah tangga. Sikap ini membantu melatih dalam memaafkan serta memahami alasan di balik tindakan pasangan atau anggota keluarga yang lain.

Misalnya, mungkin pasangan Anda sering marah di rumah akibat besarnya tekanan yang diterima di tempat kerja.

Dengan cara berempati seperti mencoba mengerti dan  memahami apa yang dirasakan pasangan, lalu tidak balik membalasnya dengan amarah sehingga perselisihan dapat dihindari.

 

2. Ajak pihak yang terlibat konflik untuk berdiskusi

Menurut studi yang dirilis Iowa State University pada 2017, berdiskusi secara terbuka antara pihak yang terlibat masalah merupakan salah satu cara menghadapi masalah keluarga dengan tepat.

Saat terjadi masalah keluarga, cobalah untuk memulai sesi diskusi dengan meminta masing-masing orang menyampaikan apa yang dirasakannya secara jujur.

Ketika berdiskusi, jaga pembicaraan agar tetap fokus pada masalah dan tidak merembet ke topik lain. Selain itu, pastikan setiap orang mendapatkan hak mereka untuk menyampaikan pendapat.

 

3. Dengarkan pendapat tiap anggota keluarga

Ketika sedang mencoba menyelesaikan masalah dengan berdiskusi, justru masalah akan makin runyam saat pendapat disepelekan. 

Maka dari itu, cobalah untuk mendengarkan pendapat anggota keluarga dengan baik ketika mereka mencoba untuk menyampaikan keluh kesahnya.

Beri kesempatan mereka untuk menyampaikan pendapatnya hingga selesai tanpa disela agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. 

 

3. Mengakui kesalahan dan meminta maaf

Kata maaf seringkali enggan diucapkan ketika terlibat masalah keluarga lantaran menjaga gengsi atau harga diri, terlebih jika dilakukan oleh orangtua kepada anak.

Beberapa orangtua bahkan melakukan manipulasi dengan menyalahkan balik anak mereka. Akibatnya, masalah dalam keluarga terus berkepanjangan. Selain itu, risiko renggangnya hubungan antara orangtua dan anak tentu akan semakin besar.

Cobalah untuk memahami seberapa besar tindakan yang membuat orang lain sakit hati, marah, dan kecewa. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.

 

4. Sampaikan niat untuk memperbaiki situasi

Setelah meminta maaf, mungkin belum cukup menyelesaikan masalah. Ketika berbuat salah, jangan lupa untuk menyampaikan niat untuk memperbaiki situasi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Dengan menyampaikan niat tulus untuk memperbaiki situasi, keseriusan dalam menyelesaikan masalah akan terlihat.

Hindari memberikan janji-janji yang tidak konkret karena ini dapat menjadi masalah baru ketika janji-janji tersebut tak terwujud di kemudian hari.

 

5. Buat kesepakatan satu sama lain

Langkah selanjutnya, ialah dengan membuat kesepakatan. Hal ini dapat membantu mencegah masalah keluarga yang sama kembali terulang di masa depan

Rundingkan konsekuensi apa saja yang akan diambil ketika masalah yang sama terjadi lagi. Pastikan agar setiap pihak dalam keluarga yang terlibat masalah menyetujui kesepakatan tersebut.

Jika ada hal yang masih belum disetujui, minta kembali usulan hingga akhirnya ditemukan jalan tengah terbaik untuk semua pihak.

 

6. Ikuti konseling

Selanjutnya, ketika merasa sudah tidak menemui titik terang, maka solusi terakhri yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan jasa Konseling pernikahan atau keluarga.

Tenaga ahli seperti psikolog dan psikiater dapat menjadi pihak yang netral untuk mencari jalan tengah.

Dalam konseling, terapis umumnya akan mengajak mempelajari sejumlah kemampuan, seperti penyelesaian masalah, komunikasi dengan pasangan, hingga perbedaan antaranggota keluarga.

Namun, keberhasilan konseling tetap bergantung pada keinginan masing-masing individu untuk menyelesaikan masalah.

Perlu diingat, keberhasilan dari cara menghadapi masalah di atas mungkin akan berbeda pada masing-masing keluarga. Semua bergantung pada penyebab konflik, watak masing-masing individu, dan niat untuk menyelesaikan konflik.

Demikian beberapa tips dalam menghadapi masalah keluarga.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

BANTEN
DLHK Banten Uji Sampel Air Tiga Industri Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

DLHK Banten Uji Sampel Air Tiga Industri Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:27

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten menindaklanjuti laporan Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation mengenai dugaan pencemaran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang Raya.

NASIONAL
Untuk Warga Tangerang yang Kerja di Jakarta, Ini Jalur yang Perlu Dihindari saat Demo DPR 27 Agustus 

Untuk Warga Tangerang yang Kerja di Jakarta, Ini Jalur yang Perlu Dihindari saat Demo DPR 27 Agustus 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:53

Sejumlah kelompok masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 27 Agustus 2026

KAB. TANGERANG
DPR RI Bahas Soal Premanisme saat Kunker ke Kawasan Industri Tangerang, Bupati Klaim Tidak Ada Laporan

DPR RI Bahas Soal Premanisme saat Kunker ke Kawasan Industri Tangerang, Bupati Klaim Tidak Ada Laporan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:36

Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Rabu 26 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill