Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan memberi perlindungan anak dari aksi perundungan atau bullying, bukan hanya kewajiban orang tua, tapi semua pihak.
Sebab tidak semua anak memiliki orang tua disampingnya, khususnya para anak yatim dan piatu.
"Perlindungan ini penting untuk semua anak, karena tidak semua anak terlindungi, sebab ada yang ditinggal oleh orang tuanya baik meninggal dunia atau bekerja menjadi tenaga kerja di luar negeri," ujar Tri Rismaharini seperti dilansir dari Antaranews, Kamis 9 November 2023.
Hal ini menanggapi aksi bullying terhadap anak yang belakang sering terjadi. Menurut Risma, bullying ataupun kekerasan tidak bisa dibiarkan saja.
"Tidak hanya orang tua tetapi anak-anak juga harus melindungi kawan-kawannya. Sebab semua bisa terjadi kepada siapapun jadi jangan saling menyakiti," ungkapnya.
Risma mencontohkan upaya perlindungan tersebut salah satunya dengan memberikan perhatian kepada perilaku anak yang ada di sekitar. Jadi tidak cukup dengan memberikan materi saja.
"Sebab melindungi anak ini lebih lebih penting dari segalanya," ucapnya.
Menurut dia, perlindungan tersebut pun harus diberikan kepada anak yatim piatu, sebab mereka dilindungi Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 34.
"Saat mereka tidak punya orang tua maka negara harus hadir sebagai penggantinya, jadi jangan sakiti mereka tapi jaga mereka," tambah Risma.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Rasa tertekan atau berat di dada yang muncul ketika berolahraga lalu mereda setelah beristirahat sering kali dianggap sebagai tanda tubuh sedang kelelahan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews