Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com- Kecelakaan maut terjadi di jalur kereta Stasiun Haurpugur dan Cicalengka, Jawa Barat, pada Jumat, 5 Januari 2024.
Berdasarkan laporan sementara, kecelakaan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 28 lainnya mengalami luka-luka.
"Seorang masinis dan asisten masinis di KA Commuter Line, dan satu orang pramugara di KA Turangga," kata Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo dikutip dari VOA Indonesia.
Diketahui, peristiwa itu melibatkan KA Turangga yang membawa 287 penumpang dari Stasiun Surabaya Gubeng dengan tujuan Stasiun Bandung, sementara KA Lokal Bandung Raya yang membawa 191 penumpang tengah dalam perjalanan dari Padalarang ke Cicalengka.
Namun, hingga tulisan ini dibuat belum diketahui penyebab pasti tabrakan antara kedua kereta tersebut.
Sementara itu, PT KAI Indonesia melalui akun X (Twitter) resminya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kecelakaan tersebut.
Akibat kecelakaan, jalur KA tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
"Saat ini unit terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan proses penanganan dan evakuasi," tulis KAI.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGIHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews