Connect With Us

Damai dalam Keheningan, Ini 20 Contoh Kata-kata Ucapan Hari Raya Nyepi 2024

Fahrul Dwi Putra | Senin, 11 Maret 2024 | 07:18

Festival Ogoh-ogoh salah satu rangkaian acara perayaan Hari Raya Nyepi (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Bagi umat Hindu, Nyepi bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah filosofi hidup yang mengajak kita untuk menenangkan diri, menyucikan hati, dan bersatu dengan alam semesta. 

Dalam keheningan Nyepi, kita diajak untuk melepaskan diri dari kesibukan duniawi dan menyelami kedalaman jiwa.

Melalui Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang), kita diajarkan untuk mengendalikan diri dan meningkatkan disiplin diri.

Tahun ini, Hari Raya Nyepi jatuh pada 11 Maret 2024 atau Tahun Saka 1946, menjadi momen hening dan suci bagi umat Hindu. 

Melalui ucapan bernas, mari kita rayakan Nyepi dengan penuh makna.

1. Rahajeng Nyepi 2024! Mari heningkan diri, sucikan hati, dan bersatu dengan alam semesta.

2. Selamat Nyepi, Tahun Saka 1946. Semoga kedamaian menyertai kita semua.

3. Dalam keheningan Nyepi, kita renungkan diri dan makna kehidupan. Rahajeng Nyepi!

4. Melalui Catur Brata Penyepian, semoga kita dikaruniai kekuatan dan kedamaian. Selamat Nyepi!

5. Nyepi 2024, tahun untuk refleksi dan introspeksi. Semoga langkah kita ke depan semakin baik.

6. Rahajeng Nyepi! Di hari suci ini, mari kita lepaskan segala hal negatif dan sambut kebahagiaan.

7. Selamat Tahun Baru Saka 1946. Semoga Nyepi membawa kedamaian dan kesejahteraan dunia.

8. Nyepi, momen untuk hening dan bersyukur. Rahajeng Nyepi!

9. Melalui Catur Brata Penyepian, kita belajar mengendalikan diri. Selamat Nyepi!

10. Rahajeng Nyepi! Semoga heningnya Nyepi membawa kedamaian batin dan ketenangan jiwa.

11. Selamat Nyepi 2024. Di hari yang hening ini, mari kita mendoakan kebaikan bersama.

12. Dalam keheningan Nyepi, semoga kita temukan pencerahan dan kebijaksanaan. Rahajeng Nyepi!

13. Nyepi 2024, tahun untuk mawas diri dan menatap masa depan lebih baik.

14. Rahajeng Nyepi! Melalui Catur Brata Penyepian, kita belajar arti kedisiplinan diri.

15. Selamat Nyepi! Semoga heningnya Nyepi membawa kedamaian bagi seluruh alam.

16. Nyepi, hari untuk instrospeksi dan memperkuat hubungan dengan Hyang Widhi. Rahajeng Nyepi!

17. Selamat Tahun Baru Saka 1946. Semoga Nyepi membawa berkah dan ketenangan batin.

18. Nyepi 2024, momen untuk hening dan bersatu dengan alam ciptaan Tuhan.

19. Rahajeng Nyepi! Semoga Catur Brata Penyepian dapat kita laksanakan dengan penuh khusyuk.

20. Selamat Nyepi! Damai dan sejahtera menyertai kita semua.

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

KOTA TANGERANG
Modus Gerebek Narkoba, Komplotan Polisi Gadungan Gasak Motor Warga di Kontrakan Tangerang

Modus Gerebek Narkoba, Komplotan Polisi Gadungan Gasak Motor Warga di Kontrakan Tangerang

Senin, 6 Juli 2026 | 22:01

Tim Opsnal Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan dan pemerasan yang dilakukan komplotan polisi gadungan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill