Connect With Us

Daging Sapi Impor Langka, Jakarta Disuplai Ikan Sulawesi Selatan

| Jumat, 1 Juli 2011 | 18:35


TANGERANG-Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mendapat suplai 1 ton ikan dari Provinsi Sulawesi Selatan untuk DKI Jakarta sebagai upaya memenuhi kebutuhan protein hewani DKI Jakarta hari ini Jumat (1/7/2011).

Fadel menyebut bahwa, naiknya harga pangan serta hambatan perdagangan antar negara harus menjadi pemacu Indonesia dalam menciptakan kemandirian pangan di era globalisasi. "Ini dalam upaya mengganti kelangkaan daging sapi impor. Ini juga termasuk gebrakan awal," ujar Fadel, dalam acara pengiriman perdana ikan dari Sulawesi Selatan ke Jakarta di Kantor Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (1/7).

Fadel mengatakan, Indonesia mengalami masalah. Kebutuhan ikan, kata Fadel, semakin banyak.  Sementara ada masalah yang kita hadapi, yakni daging sapi impor dari Australia tidak bisa masuk lagi.

"Alasan mereka (Australia) rumah potong di kita tidak bagus. Tapi menurut saya itu kan urusan kita kok. Jadi saya pikir, ya sudahlah kita tidak usah pakai sapi," ujar Fadel. 


Kenapa tidak menggantinya dengan ikan, bukan dengan sapi. "Kita sedang melakukan itu. Tetapi karena saya melihat ikan di kita berlimpah, ya ikan lebih baik. Proteinnya lebih tinggi," terangnya. 

Asisten 1, Provinsi DKI Jakarta Sylviana Murni menambahkan, kebutuhan DKI Jakarta akan ikan sangat tinggi. "Kebutuhan ikan per tahun di DKI Jakarta mencapai 249 ribu ton. Sementara yang baru bisa disediakan 121 ribu ton, berarti kan jauh sekali. Ada kekurangan yang cukup besar," terang Sylviana.

Kenapa dari Sulawesi Selatan? Fadel mengatakan, ini hanya sebagai gebrakan awal. Ditambah, Sulawesi Selatan, tepatnya Makasar berlimpah akan ikan. "Ini akan mengangkat martabat bangsa. Jangan lagi kita serba impor. Dan, memang tahun ini saya kurangi impor. Kedepan nanti daerah lain juga turut serta. Seperti Jawa dan Kalimantan," katanya.

Harga ikannya bagaiamana? Fadel memastikan terjangkau. Apalagi dalam negeri, mendatangkannya ke DKI harganya murah Rp.3.000 perkilo kalau lewat udara. Sedangkan lewat laut Rp1.000 perkilo.

Untuk terus berkelanjutan program ini, Fadel mengatakan, nelayan-nelayan akan dibant, mulai dari fasilitas pelabuhannya serta bantuan dari pemerintah pada kelompok nelayan yang masing-masing biasanya    10-20 orang diberikan bantuan Rp100 juta. "Kita hari ini sudah masuk dalam krisis , kita melawan. Karena hampir semua sudah impor. Saya tidak rela kita semua dihidupi dengan impor," terang Fadel.

"Apalagi kebutuhan dan kemampuan produksi nasional akan ikan naik.Ini belum termasuk kekayaan laut kita yang saya curigai  nangkap di sini dijual ke luar. Saya akan kerjasama dengan KSAL masalah ini," katanya.(DRA)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill