Connect With Us

Waduh Banyak Anak Muda Kena Disfungsi Ereksi, Kok Bisa?

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:00

Dokter Spesialis Andrologi Eka Hospital BSD dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dokter Spesialis Andrologi Eka Hospital BSD dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And mengungkapkan fenomena disfungsi ereksi kini banyak diderita anak muda.

Padahal, dahulu masalah disfungsi ereksi alias impotensi mungkin lebih umum pada laki-laki yang berusia lanjut.

"Disfungsi ereksi di usia muda ini fenomena baru. Biasanya diderita pria usia 40 tahun ke atas. Tapi sekitar 75 persen pasien saya yang konsultasi masalah ini usianya 20 sampai 30 tahun. Bahkan pasien saya yang paling muda 18 tahun sudah kena," katanya.

 

Penyebab Disfungsi Ereksi pada Usia Muda

dr Christian menjelaskan pada usia muda, penyebab disfungsi ereksi adalah masalah psikologis dan gaya hidup. Namun, beberapa kondisi kesehatan, khususnya penyakit metabolisme yang dipengaruhi gaya hidup juga bisa menyebabkan mengalami impotensi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami disfungsi ereksi pada usia muda, antara lain:

● Stres pekerjaan

● Konflik dalam hubungan

● Pengalaman seksual traumatis

● Konsumsi alkohol berlebihan

● Jarang berolahraga

● Gangguan tidur

● Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, hipotiroid, penyakit ginjal, dan gangguan hormon

● Kadar testosteron rendah

"Penyebab disfungsi ereksi ada tiga kategori yakni organik, psikologis atau campuran keduanya. Kalau Anak muda diindikasi karena campuran akibat stress dan gaya hidup tidak sehat," papar dr Christian.

Selain berbagai penyebab di atas, beberapa penelitian juga menyebutkan paparan berlebihan terhadap pornografi juga dapat menyebabkan masalah disfungsi ereksi.

"Ini dapat terjadi akibat pengaruh persepsi dan ekspektasi seksual yang muncul dari menonton film porno," tambah dr Christian.

 

Gejala Disfungsi Ereksi

Menurut dr Christian gejala paling khas dari impotensi adalah tidak mampu mempertahankan ereksi saat berhubungan seks. Adapun tanda-tandanya sebagai berikut:

● Tidak dapat ereksi saat berhubungan seksual

● Ereksi tidak bertahan lama

● Kekuatan ereksi menurun sehingga penis terasa kurang keras

● Hanya dapat ereksi sesekali

● Membutuhkan banyak rangsangan seksual agar dapat ereksi

● Penurunan gairah seksual

● Frekuensi ereksi spontan (seperti di pagi hari) berkurang atau hilang sama sekali

● Penis tidak responsif terhadap rangsangan seksual

● Kecemasan atau frustrasi akan performa seksual

 

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Ada banyak penyebab disfungsi ereksi. Untuk mengatasinya, tentu diperlukan pendekatan yang holistik dan menyeluruh mengingat sering kali impotensi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.

Artinya, selain mengatasi penyebabnya, menurunkan faktor risikonya juga perlu dilakukan. Beberapa cara untuk mengatasi disfungsi ereksi, antara lain:

 

1. Perubahan Gaya Hidup

Gaya hidup jadi salah satu faktor yang menyumbang angka disfungsi ereksi pada usia muda. Misalnya saja, zat berbahaya dalam rokok yang dapat merusak pembuluh darah menuju penis dan menyebabkan impotensi.

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi, antara lain:

● Berhenti merokok

● Membatasi atau berhenti konsumsi alkohol

● Berolahraga rutin minimal 30 menit dalam sehari

● Konsumsi makanan sehat, terutama yang kaya akan zinc dan omega-3 karena dapat meningkatkan hormon testosteron

● Melakukan berbagai hobi, meditasi, atau yoga yang dapat mengendalikan stres

● Menjaga berat badan ideal

● Cukup tidur

 

2. Melakukan Konseling Psikologi

Berbagai cara alami di atas, seperti berolahraga dan melakukan hobi sebenarnya dapat membantu menurunkan stres. Akan tetapi, jika hal itu tidak membantu, cobalah untuk melakukan konseling dengan psikologi atau psikiater.

 

3. Obat-obatan

Jika cara-cara alami belum cukup untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi pada usia muda, cobalah berkonsultasi ke dokter, khususnya dokter spesialis andrologi.

Selain menjalani perubahan gaya hidup sehat, dokter spesialis andrologi juga dapat meresepkan beberapa obat yang membantu dalam mempertahankan ereksi.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi impotensi, antara lain seperti Sildenafil (Viagra), Tadalafil (Cialis) dan Vardenafil (Levitra).

"Ketiga obat di atas bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah menuju penis," kata dr Christian.

 

4. Tindakan Medis

Ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah impotensi yang dialami, seperti:

 

● Terapi hormon

Salah satu penyebab disfungsi ereksi pada usia muda adalah kekurangan hormon testosteron. Ini dapat ditangani dengan menjalani terapi hormon, yakni testosterone replacement therapy.

 

● Penis pump

Penis pump dilakukan dengan menggunakan vacuum erection devices untuk membantu menarik darah ke penis sehingga dapat meningkatkan ereksi. Alat ini terbuat dari tabung plastik cincin elastis.

Cincin elastis pada vakum penis berfungsi untuk mempertahankan ereksi, menahan darah di penism dan mencegahnya kembali ke aliran darah. 

 

● Injeksi obat

Selain obat oral, obat yang dapat membantu meningkatkan ereksi juga dapat diberikan lewat injeksi. Nantinya, obat seperti alprostadil dapat disuntikkan langsung ke penis untuk memicu ereksi.

 

● Operasi

Jika berbagai pengobatan di atas tidak juga memberikan hasil yang diharapkan, operasi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah impotensi.

Jenis operasi yang dilakukan akan tergantung pada penyebabnya. Implan penis aau operasi pembuluh darah di penis adalah beberapa yang dapat dilakukan.

 

5. Pengobatan Alternatif dan Herbal

Terdapat beberapa herbal dan pengobatan alternatif yang diketahui dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi pada usia muda.

Beberapa herbal telah terbukti secara penelitian bisa membantu, seperti ginseng, L-arginine atau yohimbe. Namun, mengingat skala atau cakupan penelitiannya masih sangat terbatas, tidak bisa meminumnya sembarang.

Penelitian dengan skala terbatas menandakan bahwa efektivitasnya belum sepenuhnya teruji secara ilmiah. Maka itu, penting bagi untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

"Terlebih, jika sedang mengonsumsi obat medis tertentu. Sebab, beberapa jenis obat herbal mungkin saja berinteraksi dengan obat medis yang diberikan sehingga mengurangi efektivitasnya," tutup dr Christian.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill