Connect With Us

Merajut Keberagaman Budaya di Global Village Jabodetabek 2025, Diikuti Peserta dari 12 Negara

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:20

Event Global Village Summer Peak Jabodetabek 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Global Village Summer Peak Jabodetabek 2025 menjadi panggung pertemuan budaya dari berbagai belahan dunia yang bertujuan menumbuhkan rasa saling menghargai dan toleransi di tengah perbedaan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara AIESEC in Universitas Indonesia (UI), AIESEC in Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan AIESEC in Prasetya Mulya (PM) yang bersama-sama mengusung tema “Tapestry of Cultures: Letters from Land to Sea for Sustainable Tomorrow”.

Diselenggarakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Museum Mandiri, Jakarta Barat, kegiatan ini dihadiri oleh peserta pertukaran (Exchange Participants) dari 12 negara yaitu Malaysia, Australia, Vietnam, China, Pakistan, Meksiko, Mesir, Myanmar, Turki, Sri Lanka, Hong Kong, dan India.

Melalui interaksi langsung dengan peserta internasional, acara ini mengajak generasi muda untuk lebih mengenal keberagaman dan menjadikannya kekuatan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Acara ini berfokus pada keberagaman budaya sebagai dasar membangun koneksi, apresiasi dan toleransi, serta sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 4: Quality Education, 14: Life Below Water, dan 15: Life on Land. 

Rangkaian acara Global Village meliputi Exchange Participant Parade, Live Countries Booth, pertunjukan budaya lokal dan internasional, Talkshow dan Workshop, serta area komersial dengan stand makanan dan minuman.

Parade peserta menampilkan pakaian adat dan simbol budaya dari negara masing-masing, sementara Live Countries Booth menjadi ruang bagi peserta internasional untuk memperkenalkan kuliner, permainan, bahasa, hingga pakaian tradisional mereka.

Selain itu, sesi Collaborative Space Panel Talks menghadirkan alumni AIESEC dan pembicara mitra yang berbagi pengalaman pertukaran budaya dan pandangan mereka tentang keberlanjutan lingkungan.

Workshop interaktif mengajak peserta mengubah wawasan menjadi aksi nyata melalui aktivitas kreatif dan ramah lingkungan yang terinspirasi dari tradisi budaya.

Usai acara, beberapa peserta berbagi kesan mereka. Thung, Exchange Participant asal mengaku senang bisa mengenalkan budaya negaranya sebagai bentuk pertukaran budaya lintas negara. "Aku juga sangat antusias karena peserta Global Village menyambutku dengan hangat," ujarnya.

Sementara itu, Laila Ayu, salah satu peserta lokal mengungkapkan event ini di luar ekspektasinya, karena baru pertama kali datang ke acara yang kental banget pertukaran budayanya.

"Aku mencoba banyak makanan dan belajar penjelasan budaya dari setiap booth di sini. Semoga Global Village terus ada, jadi aku bisa datang lagi dan lagi," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, AIESEC in Jabodetabek berharap dapat memperkuat pemahaman lintas budaya di kalangan generasi muda, membangun ekosistem global yang harmonis, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

BANTEN
Hadir di Pasar-pasar, Mobil POLI Perizinan Banten Bantu UMKM Bikin NIB Gratis Cuma 15 Menit

Hadir di Pasar-pasar, Mobil POLI Perizinan Banten Bantu UMKM Bikin NIB Gratis Cuma 15 Menit

Selasa, 7 April 2026 | 21:03

Pemerintah Provinsi Banten meluncurkan Mobil Pendampingan On The Spot Layanan Terintegrasi (POLI) Perizinan, sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM.

NASIONAL
Komisi XII Soroti Penyegelan Rumah Ibadah POUK Tesalonika di Tangerang

Komisi XII Soroti Penyegelan Rumah Ibadah POUK Tesalonika di Tangerang

Selasa, 7 April 2026 | 20:37

Polemik penyegelan rumah ibadah jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang mendapat sorotan tajam dari Komisi XII DPR RI.

KOTA TANGERANG
Cuaca Ekstrem Mengancam, Pemkot Tangerang Kebut Bedah 100 Rumah Tidak Layak Huni

Cuaca Ekstrem Mengancam, Pemkot Tangerang Kebut Bedah 100 Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 7 April 2026 | 21:18

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mempercepat realisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill