Connect With Us

Mulai September 2025 BMKG Prediksi Ada Musim Pancaroba

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 28 Agustus 2025 | 10:17

Ilustrasi Musim Pancaroba. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim pancaroba akan berlangsung mulai September hingga November 2025. Periode ini menjadi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan, awal musim hujan diprediksi akan terjadi pada Oktober. Namun, tidak semua daerah akan memasuki musim hujan di waktu yang sama. 

“Awal musim hujan diperkirakan mulai Oktober, tapi bisa lebih cepat di beberapa wilayah,” kata Guswanto dikutip dari Kompas.tv, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menambahkan, secara umum musim hujan baru akan meluas pada Desember 2025. Kendati demikian, sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan deras lebih cepat dari perkiraan. 

Adapun terkait fenomena kemarau basah diperkirakan masih bertahan hingga September. Kondisi ini ditandai dengan turunnya hujan meski Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. 

Menurut Guswanto, beberapa faktor menjadi pemicu, mulai dari pemanasan suhu muka laut di Samudra Hindia yang memperbesar suplai uap air, hingga aktivitas badai laut, gelombang atmosfer aktif, dan siklon yang memperpanjang curah hujan di sejumlah daerah.

“Artinya, pola hujan tetap signifikan dan tidak menunjukkan pergeseran drastis menuju kondisi kering,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang maupun petir. 

Selain itu, daerah rawan bencana hidrometeorologi diminta lebih siap menghadapi kemungkinan banjir atau genangan. Pemerintah daerah juga diminta mengambil langkah antisipasi dengan membersihkan saluran air dan terus mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BANTEN
Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:37

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill