Connect With Us

Fenomena Working Poor, Ketika Punya Pekerjaan Tidak Mengubah Kemiskinan

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 23 Februari 2026 | 15:10

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Fenomena “working poor” makin mengemuka di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa memiliki pekerjaan tidak selalu menjamin kesejahteraan hidup.

Masyarakat telah bekerja keras namun penghasilannya masih minim bahkan berada di bawah garis kemiskinan, mencerminkan adanya fenomena lapangan kerja yang tidak layak di Indonesia.

Penghasilan yang kecil dari pekerjaan yang tak layak tersebut tentunya tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Istilah working poor merujuk pada individu yang tetap bekerja namun hidup dalam kondisi miskin karena pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan dasar.

Secara umum, lapangan kerja tak layak ini sering kali berbentuk pekerjaan di berbagai sektor berupah rendah dengan perlindungan sosial minim.

Meskipun secara statistik working poor mengurangi tingkat pengangguran di beberapa wilayah, namun secara kualitas hidup perlu menjadi perhatian pemerintah.

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria mengatakan bahwa fenomena working poor adalah cerminan pasar kerja yang masih belum mampu menyediakan pekerjaan layak karena keadaan industri dalam negeri yang belum sepenuhnya kuat.

"Banyak pekerja masih terjebak dalam lapangan kerja berupah rendah dan kontrak sementara, sehingga pendapatan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak," katanya melalui siara pers, Senin 23 Februari 2026.

Menurutnya, penyebab utama working poor antara lain adalah jumlah upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup.

"Banyak pekerja di sektor informal cenderung menerima upah harian atau kontrak tanpa jaminan sosial, sehingga kerentanan ekonomi semakin tinggi bagi keluarga pekerja,” ujarnya.

Dani juga menekankan pentingnya kebijakan ketenagakerjaan yang mampu menciptakan pekerjaan layak dan produktif.

Menurut Dani, penciptaan lapangan kerja sejatinya tidak dapat hanya dibebankan semata kepada Kementerian Ketenagakerjaan, karena struktur ketenagakerjaan merupakan hasil dari dinamika sektor riil yang lintas bidang.

Lapangan kerja lahir dari tumbuhnya industri manufaktur, berkembangnya perdagangan, meningkatnya produktivitas pertanian, ekspansi usaha mikro dan kecil, serta pengelolaan sumber daya alam yang baik.

“Artinya, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian UMKM, Kementerian ESDM hingga Kementerian Kehutanan memiliki peran langsung dalam menciptakan permintaan tenaga kerja melalui kebijakan investasi, hilirisasi, akses pasar, peningkatan nilai tambah dan penguatan rantai pasok domestik," ujarnya.

"Tanpa integrasi target penciptaan kerja dalam key performance indicator atau KPI masing-masing kementerian tersebut, kebijakan sektoral berisiko berjalan parsial dan tidak selaras dengan agenda besar penyerapan tenaga kerja nasional,” tambahnya.

Dengan demikian, kata Dani, sudah semestinya pemerintah merumuskan KPI lintas kementerian yang secara eksplisit mengarah pada penciptaan dan kualitas lapangan kerja di dalam negeri, termasuk pengurangan pengangguran terbuka dan peningkatan lapangan kerja layak.

Bahkan, apabila koordinasi antar sektor dinilai belum optimal, pembentukan lembaga khusus yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dapat menjadi opsi strategis.

BANTEN
Anak Muda Rentan Terjebak Investasi Bodong, OJK Edukasi Keuangan Ribuan Mahasiswa di Banten

Anak Muda Rentan Terjebak Investasi Bodong, OJK Edukasi Keuangan Ribuan Mahasiswa di Banten

Kamis, 9 April 2026 | 19:15

Ancaman investasi bodong kini kian mengintai generasi muda di Banten. Minimnya pemahaman mengenai pengelolaan uang menjadi celah lebar bagi para oknum tak bertanggung jawab untuk menjerat mahasiswa ke dalam praktik keuangan ilegal yang merugikan.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

TANGSEL
Longsor di Jalan Ciater–Rawa Macek Tangsel Berpotensi Meluas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

Longsor di Jalan Ciater–Rawa Macek Tangsel Berpotensi Meluas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

Rabu, 8 April 2026 | 20:49

Hujan deras yang menguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebabkan longsor di Jalan Ciater–Rawa Macek, RW 03, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong.

TEKNO
Bisa Tanpa Rekening, Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI 

Bisa Tanpa Rekening, Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI 

Jumat, 3 April 2026 | 15:20

Masyarakat sudah bisa mencairkan saldo GoPay menjadi uang tunai melalui ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI). Layanan ini hadir sebagai bagian dari kolaborasi BRI dengan ekosistem pembayaran digital untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill