Connect With Us

Diabetes Bukan Halangan Berpuasa, Simak Manfaat dan Tips dari Dokter Ahli

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 4 Maret 2026 | 20:00

Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARSS, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Menjalankan ibadah puasa bagi penderita diabetes (diabetesi) memerlukan perhatian khusus agar kadar gula darah tetap stabil dan terhindar dari risiko komplikasi.

Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARSS, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD menjelaskan, secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa.

Namun, keputusan ini harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter

"Pasien dengan risiko sangat tinggi, seperti penyandang diabetes tipe 1 dengan gula darah tidak tidak terkontrol, pasien dengan gagal ginjal, atau yang sedang hamil, memerlukan penilaian khusus dari dokter. Pastikan Anda telah melakukan check-up setidaknya 2-4 minggu sebelum Ramadan dimulai," ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.

 

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Diabetesi

Menurut Prof. Hari, jika dijalankan dengan pola yang benar, puasa memberikan dampak positif bagi sistem hormonal.

Ia juga membeberkan sejumlah mafaat yang didapat, seperti seperti meningkatkan sensitivitas insulin karena puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola.

Lalu, penurunan berat badan yang sehat selama puasa akan mengurangi lemak visceral yang menjadi musuh utama diabetesi. Dengan pola makan yang terjaga, puasa juga dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah (HbA1c) secara bertahap.

"Manfaat lainnya, puasa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol, mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular," terangnya.

 

Tips Berpuasa

Bagi pasien diabetes yang hendak menjalankan puasa, Prof. Hari membagikan sejumlah tips krusial agar tetap aman dan lancar.

 

1. Konsultasi Medis adalah Wajib

Sebelum memasuki bulan puasa, penderita diabetes sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting untuk mengevaluasi apakah kondisi fisik pasien memungkinkan untuk berpuasa dan apakah perlu ada penyesuaian dosis serta jadwal konsumsi obat atau suntikan insulin.

 

2. Pantau Gula Darah Secara Mandiri

Selama berpuasa, pemeriksaan kadar gula darah mandiri harus dilakukan lebih sering, terutama saat merasakan gejala tidak nyaman.

"Jika kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia) secara ekstrem, pasien disarankan untuk segera membatalkan puasa demi keselamatan jiwa," jelasnya.

 

3. Strategi Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Prof. Hari menekankan pentingnya komposisi nutrisi yang tepat. saat Sahur pilihlah karbohidrat kompleks, seperti gandum atau nasi merah, yang melepaskan energi secara perlahan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan gula darah lebih stabil. Akhirkan waktu sahur mendekati waktu imsak.

"Sedangkan saat berbuka hindari langsung mengonsumsi makanan yang terlalu manis secara berlebihan. Segerakan berbuka dengan porsi yang terkontrol untuk menghindari lonjakan gula darah yang drastis," ujar Prof. Hari.

 

4. Jaga Hidrasi Tubuh

Minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Gunakan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur, untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi ginjal.

"Lalu, harus untuk membatasi minuman berkafein seperti kopi atau teh yang bersifat diuretik atau memicu buang air kecil lebih sering," kata Prof. Hari.

 

5. Tetap Beraktivitas Fisik Ringan

Puasa bukan berarti berhenti bergerak. Prof. Hari menyarankan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan santai, namun sebaiknya dilakukan beberapa saat setelah berbuka puasa untuk menghindari risiko hipoglikemia di siang hari.

"Dengan persiapan yang matang dan disiplin dalam memantau kondisi tubuh, penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa mengabaikan kesehatan," ungkapnya.

 

Kapan Harus Membatalkan Puasa?

Prof. Hari juga mengingatkan diabetisi untuk waspada terhadap gejala hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi).

Jika gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL, serta muncul gejala seperti lemas yang ekstrem, keringat dingin, gemetar, atau pusing, sangat disarankan untuk segera membatalkan puasa demi keselamatan jiwa.

"Ibadah puasa bagi diabetisi adalah tentang keseimbangan antara ketaatan spiritual dan penjagaan kesehatan. Dengan pengawasan medis yang tepat dan kedisiplinan dalam pola makan serta pengobatan, diabetes bukanlah halangan untuk meraih keberkahan Ramadan," tutup Prof. Hari.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

KOTA TANGERANG
HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Sediakan Paket Sembako Murah Rp95 Ribuan

HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Sediakan Paket Sembako Murah Rp95 Ribuan

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:30

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

KAB. TANGERANG
Motor Suzuki Thunder Terbakar di SPBU Tangerang, Polisi Selidiki Dugaan Pelangsiran

Motor Suzuki Thunder Terbakar di SPBU Tangerang, Polisi Selidiki Dugaan Pelangsiran

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:49

Satu unit motor Suzuki Thunder dengan tangki modifikasi terbakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang berada di Jalan Raya Kronjo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Selasa 21 Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill