Connect With Us

Akademisi Tangerang Sebut Polemik Ceramah JK di UGM Berlebihan, Publik Diminta Jangan Buru-buru Menilai

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 14 April 2026 | 13:48

Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Memed Chumaidi, yang juga pengurus PMI Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menilai tudingan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla tidak memiliki dasar kuat dan cenderung berlebihan.

Dosen FISIP UMT Memed Chumaidi menyebut, polemik yang muncul dari ceramah JK di Universitas Gadjah Mada tidak seharusnya dibesar-besarkan.

"Tentu tuduhan penistaan agama sangat tidak mendasar dan mengada-ada. Sebagai anak bangsa yang mewarisi nilai-nilai kemanusiaan, rasanya sangat pantas apabila kita membela beliau, karena beliau hanya menyampaikan betapa sulitnya mendamaikan kelompok-kelompok yang menggunakan jargon agama untuk berkonflik, " kata Memed yang juga pengurus PMI Kabupaten Tangerang, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, pernyataan JK saat itu berbicara dalam konteks konflik sosial yang melibatkan sentimen agama, termasuk pengalaman sejarah di Indonesia seperti konflik di Poso dan Aceh.

Menurutnya, fakta sejarah menunjukkan konflik-konflik tersebut bukan hal sederhana, dan upaya perdamaian pun membutuhkan pendekatan yang matang.

"Begitupun Aceh, dalam konteks yang berbeda dalam berbangsa. Persoalan disana dapat diselesaikan dengan sangat bijak oleh tokoh bangsa ini," imbuhnya.

Memed juga menilai tidak tepat jika JK dianggap tidak memahami nilai agama lain. Ia menegaskan, konteks ceramah tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan, serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang berjalan.

"Kami percaya bahwa Jusuf Kalla akan memberikan penjelasan secara bijak, dan proses yang berjalan akan menghasilkan kejelasan yang adil bagi semua pihak. Maka, dengan segala kerendahan hati saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai jasa Bapak Bangsa ini dan mendudukkan apa yang menjadi ganjalan sesuai konteks ceramah beliau di Yogyakarta. Kalau kita memahami konteks dengan jernih, tidak perlu ada ganjalan, somasi dan permintaan maaf," ujarnya.

Sebagai informasi, pernyataan JK terkait istilah “mati syahid” dalam ceramah bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar di UGM berujung laporan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Muda Kristen Indonesia pada Minggu, 12 April 2026.

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

KAB. TANGERANG
Anggota Polresta Tangerang Dilaporkan ke Propam Terkait Barang Bukti Kasus Pembunuhan Bos Jamu

Anggota Polresta Tangerang Dilaporkan ke Propam Terkait Barang Bukti Kasus Pembunuhan Bos Jamu

Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:58

Kasus pembunuhan bos jamu bernama Joni dengan terdakwa Elsa Marlina yang merupakan istrinya, telah diputus majelis hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten pada Rabu 21 Oktober 2026.

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill