Connect With Us

Kemnaker Gandeng TikTok Cetak 100 Ribu Konten Kreator Lewat Program BISA

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 16 April 2026 | 08:32

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjalin kerja sama dengan TikTok untuk program BISA dalam rangka menguatkan sistem ekonomi digital. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng TikTok Indonesia untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan pola kerja di era ekonomi digital. 

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA) Bareng TikTok.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kerja sama tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Ini membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai,” kata Yassierli, Rabu, 15 April 2026.

Ia menilai, transformasi digital telah menggeser cara masyarakat bekerja. Banyak yang saat ini terlibat dalam ekosistem digital sebagai kreator konten, penjual daring, hingga afiliator. 

Namun, kemampuan yang dibutuhkan untuk berkembang di sektor ini belum merata dimiliki oleh tenaga kerja.

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” ujarnya.

Pada tahap awal, program ini diikuti sekitar 1.400 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari instruktur, pengelola media sosial instansi, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang digital.

Pelatihan difokuskan pada praktik langsung, mulai dari teknik menjadi host live streaming hingga pengembangan konten untuk kebutuhan pemasaran digital. 

Selain itu, peserta juga dibekali pendekatan “learning by doing” agar mampu langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

Ke depan, instruktur yang telah mengikuti pelatihan akan dilibatkan sebagai pelatih di berbagai balai pelatihan kerja. 

Pemerintah menargetkan program ini mampu mencetak hingga 100 ribu lulusan dalam satu tahun.

“Tujuan akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan kewirausahaan baru, sehingga ekosistem digital kita semakin kuat dan inklusif,” kata Yassierli.

Dari pihak TikTok, dukungan diberikan tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. 

Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Hilmi Adrianto menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas akses keterampilan digital di masyarakat.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” pungkasnya.

HIBURAN
Akhir Pekan Seru di Paramount Petals, Ratusan Rider Cilik Ramaikan Kompetisi Push Bike 

Akhir Pekan Seru di Paramount Petals, Ratusan Rider Cilik Ramaikan Kompetisi Push Bike 

Minggu, 31 Mei 2026 | 14:04

Suasana akhir pekan di kawasan Paramount Petals, Tangerang, berlangsung meriah. Ratusan anak bersama orangtua memadati area Pasar Modern Paramount Petals untuk mengikuti dan menyaksikan Paramount Petals Push Bike Competition 2026.

KOTA TANGERANG
Kronologi Penusukan di Periuk Tangerang: Pasien Serang Perawat Klinik Gigi, Diduga Gangguan Jiwa

Kronologi Penusukan di Periuk Tangerang: Pasien Serang Perawat Klinik Gigi, Diduga Gangguan Jiwa

Minggu, 31 Mei 2026 | 01:32

Insiden penusukan seorang wanita muda terjadi di klinik gigi, Jalan Raya Regency, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BANTEN
Data Susenas 2025: Angka Melek Huruf Generasi Muda Banten 99,95%, Namun Akses Komputer Pelajar Masih Rendah

Data Susenas 2025: Angka Melek Huruf Generasi Muda Banten 99,95%, Namun Akses Komputer Pelajar Masih Rendah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:49

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 menunjukkan dinamika baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill