Connect With Us

PLN Dukung PSEL Kota Bekasi, Sampah Ditargetkan Diolah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:13

Suasana peresmian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi yang dilakukan dengan pembuangan sampah secara simbolis di Bantargebang, pada Rabu, 26 Agustus 2026. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com— PT PLN (Persero) mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.

PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun atau sekitar 70 persen dari timbulan sampah yang terolah di wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi sebelumnya menghadapi berbagai hambatan, terutama terkait regulasi dan perizinan.

“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli.

Ia mengatakan, percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi salah satu langkah dalam menangani persoalan sampah. Ia berharap proyek tersebut dapat segera berjalan.

“Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga perlu disertai perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, proyek PSEL Kota Bekasi diharapkan memberikan dampak terhadap lingkungan sekaligus menghasilkan energi.

"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga," kata Pandu.

PSEL Kota Bekasi membutuhkan investasi sekitar Rp3 triliun. Fasilitas tersebut juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Selain itu, keberadaan PSEL diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir hingga sekitar 90 persen serta membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.

Dari sisi energi, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas netto 27,4 MW dengan potensi produksi listrik mencapai sekitar 223.584 megawatt hour atau MWh per tahun.

Dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA, produksi tersebut diproyeksikan setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah di PSEL Kota Bekasi akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Bekasi.

“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, pembangunan PSEL pada dasarnya ditujukan untuk membantu penanganan persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Energi listrik merupakan hasil yang turut diperoleh dari proses tersebut.

“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” tutup Darmawan.

KOTA TANGERANG
Warga Antusias Sambut Program Keringanan Pajak Kendaraan di Samsat Cikokol

Warga Antusias Sambut Program Keringanan Pajak Kendaraan di Samsat Cikokol

Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:35

Program keringanan pajak kendaraan yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak diberlakukan pada 18 Agustus 2026, loket pembayaran di Samsat Cikokol terpantau ramai didatangi wajib pajak.

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

PROPERTI
Danantara Housing Expo 2026 Sediakan 6 Ribu Unit Hunian MBR, Termasuk di Tangerang

Danantara Housing Expo 2026 Sediakan 6 Ribu Unit Hunian MBR, Termasuk di Tangerang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Event Danantara Housing Expo (DHE) 2026 resmi dibuka di NICE Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, pada Kamis 27 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill