Connect With Us

Sekolah Sunat Dana Subsidi Guru Non PNS

| Kamis, 18 Februari 2010 | 19:05

sekolah balaraja (tangerangnews / istimewa)


TANGERANGNEWS-Para Guru yang belum PNS bisa sedikit bernafas lega, karena pemerintah menggulirkan dana tunjangan fungsional bagi guru Non PNS yang cair setahun sekali. Untuk menghindari penyimpangan dan memotong birokrasi yang ada, dana ini disalurkan melalui Bank BTN atas nama Pribadi Guru yang mendapatkan subsidi tersebut.
 
Dana bantuan tersebut bisa juga diambil melalui Kantor POS terdekat, dengan melampirkan Foto Kopi KTP Guru yang mendapat Dana Tunjangan Fungsional. Tetapi tidak selayaknya peraturan sebuah Bank, di kantor POS dana tersebut bisa diambil oleh orang lain, asalkan ada fotokopi KTP si pemilik Rekening. Atau dengan kata lain, sekolah mengolektif pengambilan dana tunjangan fungsional bagi guru yang mendapat bantuan tersebut.
 
Yang disayangkan, setelah pengambilan kolektif tersebut, sekolah malah mengambil inisiatif pemotongan tanpa seizin dan sepengetahuan dari yang punya rekening.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 1 juta, bahkan lebih. Kasus ini terjadi di sebuah Yayasan milik Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman (Bangkim) Kabupaten Tangerang  Miftahul Ilmi yakni: SMP, SMA & SMK Tunas Harapan Balaraja. 
 
Sejumlah guru honorer yang bertugas pada SMK, SMP dan SMA Tunas Harapan Balaraja Tangerang, Banten, mengeluh karena Dana Subsidi Tunj. Fungsional Guru Non PNS yang seharusnya diterima utuh, saat ini disunat oleh Sekolah mencapai lebih dari 50%. Nilai bantuan yang mestinya diterima Rp. 2.280.000 per orang (setelah PPh), tetapi hanya diterima Rp. 1.200.000 per orang, bahkan di SMP hanya Rp. 1.050.000,. 
 
"Kami hanya menerima dana Tunj. Fungsional sebesar Rp.1.200.000, seharusnya Rp.2.280.000 dan kuat dugaan bahwa telah disunat oknum Kepala Sekolah," kata seorang guru yang enggan disebut namanya. 
 
Dia mengatakan, pemotongan tersebut sangat tidak masuk akal. Dana stimulan harusnya diterima utuh oleh para guru non PNS, Jangan ada potongan, kalaupun ada pemotongan mestinya jangan mencapai 50%. Bahkan banyak guru yang sudah berhenti tetapi tetap saja dapat dicairkan oleh sekolah.
 
Seperti di SMK Tunas Harapan dari 13 Guru yang mendapat subsidi, 6 diantaranya sudah tidak aktif lagi alias sudah berenti. Sebut saja DN (eks. Kaur TU), AS (Eks. TU), DM (Eks. Guru TKJ), MH (Eks. Guru TKJ), AR (Eks. Guru Otomotif) dan EH. Bahkan ketika DM dikonfirmasi red. Dia tidak tahu kalau dirinya mendapat bantuan Tunj. Fungsional. Begitu juga di SMP Tunas Harapan, 3 dari 9 telah berhenti. Seharusnya dana guru yang sudah berhenti dikembalikan. 
 
 
 
Nama dan Alamat penulis ada pada redaksi 
HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

BANTEN
PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

Sabtu, 26 September 2026 | 10:16

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan mempertemukan pelanggan dan jajaran PLN dalam Customer Partnership Forum 2026 di Lebak, Jumat 25 September 2026.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill