Connect With Us

Pertamina dan Ancaman Korupsi: Menguji Sistem Antikorupsi BUMN

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Desember 2025 | 19:53

Natasya Putri Hidayat, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Natasya Putri Hidayat, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 

 

TANGERANGNEWS.com-Sebagai salah satu BUMN penting yang mengendalikan energi nasional, Pertamina selalu menjadi perhatian masyarakat. Setiap indikasi korupsi yang muncul di perusahaan ini tidak hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga memperlihatkan serangkaian masalah lama yang seolah tidak pernah tuntas: lemahnya sistem pengawasan, budaya organisasi yang kurang terbuka, dan kerentanan dalam manajemen bisnis. Kasus penyimpangan yang sering muncul menunjukkan bahwa ancaman korupsi bukan hanya masalah individu, melainkan masalah sistemik.

Dalam konteks ini, sangat penting untuk mengevaluasi kembali efektivitas mekanisme pencegahan korupsi yang selama ini diakui telah diterapkan di lingkungan BUMN, termasuk Pertamina. Secara resmi, Pertamina dilengkapi dengan berbagai alat pengendalian, termasuk kode etik, sistem pelaporan pelanggaran, audit internal, serta kolaborasi dengan institusi seperti KPK dan BPK. Namun, kemunculan kasus-kasus korupsi justru menunjukkan bahwa alat tersebut belum berfungsi secara optimal atau bahkan hanya menjadi dokumen administratif yang tidak mampu menghadapi praktik saling melindungi dan budaya feodal yang sudah mengakar.

Risiko korupsi di dalam Pertamina kian meningkat karena perusahaan ini mengelola anggaran besar, komoditas berharga tinggi, dan memiliki rantai bisnis yang panjang—dari hulu, distribusi, hingga pemasaran. Pelanggaran dapat terjadi di berbagai tahap: pengadaan, impor minyak, kontrak distribusi, hingga praktik markup yang sulit diawasi oleh masyarakat. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya transparansi data, sehingga peluang untuk penyalahgunaan wewenang tetap besar.

Sistem antikorupsi di BUMN seharusnya tidak hanya menitik beratkan pada hukuman, tetapi juga pada upaya pencegahan. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Pertamina lebih bersifat reaktif, baru bertindak setelah skandal terjadi. Perubahan budaya integritas yang seharusnya menjadi dasar sering kali terhalang oleh penolakan internal dan kepentingan politik yang melekat pada BUMN strategis.

Untuk secara mendalam menguji dan memperbaiki sistem antikorupsi, dibutuhkan tindakan yang lebih mendasar. Data transparansi perlu ditingkatkan, terutama mengenai proses bisnis yang berisiko seperti pengadaan dan impor. Kedua, sistem whistleblowing tidak boleh sekedar prosedur; perlindungan bagi pelapor harus dijamin secara nyata. Ketiga, audit independen harus dilaksanakan secara rutin dengan hasil yang bisa diakses oleh publik. Namun yang paling utama, pemisahan pengaruh politik dari pengelolaan BUMN harus menjadi fokus utama agar tata kelola tidak terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu.

Pertamina merupakan pilar utama energi di tanah air. Apabila korupsi terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya merugikan anggaran negara, tetapi juga menghambat kemajuan, merusak kepercayaan masyarakat, dan memperburuk pandangan terhadap BUMN. Momentum penanganan kasus-kasus korupsi seharusnya berfungsi sebagai langkah untuk reformasi menyeluruh, bukan hanya sekadar perubahan posisi. Pertamina seharusnya tidak menjadi lambang ketidakmampuan negara dalam melawan korupsi; sebaliknya, bada harus menjadi teladan bahwa BUMN dapat bangkit dan meningkatkan integritas.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill