TANGERANGNEWS.com-LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekosistem industri arsitektur dan desain.
Melalui ajang ARCH:ID 2026, LIXIL membuktikan menciptakan ruang hidup yang berkualitas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melalui integrasi desain, inovasi, dan riset mendalam.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, menyatakan bahwa kolaborasi kini menjadi kunci dan standar baru dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
"Lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas. Melalui sinergi, kita dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif sesuai visi making better homes a reality for everyone, everywhere," ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Salah satu sorotan utama dalam ARCH:ID 2026 adalah Paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle”. Paviliun ini bukan sekadar ruang pamer produk, melainkan manifestasi nyata hasil kolaborasi strategis antara LIXIL dengan Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio.
Adi Purnomo, Founder Mamostudio, mengapresiasi keterbukaan LIXIL dalam memfasilitasi ide-ide radikal.
"LIXIL tidak menggunakan kesempatan ini hanya untuk memindahkan showroom, tetapi menjadi wadah sharing. Core dari paviliun ini adalah penelitian mengenai isu air yang kita hadapi di kota kita," ungkap Adi.
Menariknya, Paviliun OASE menyuguhkan riset lintas disiplin yang melibatkan ilmu kimia, sejarah, hingga arkeologi.
Novita Anggraini dari Labtek Apung memaparkan bagaimana krisis sanitasi di masa Batavia (VOC) dahulu mengubah tatanan sosial dan desain kota. Riset yang dimulai sejak 2015 ini kini dapat dinikmati publik secara luas berkat dukungan LIXIL.
Berkat konsep yang kuat tersebut, Paviliun OASE sukses meraih penghargaan Best Booth Award ARCH:ID 2026.
Tak hanya di level desain, LIXIL secara global menunjukkan dampak nyata. Hingga 2026, LIXIL berhasil meningkatkan akses sanitasi bagi 103 juta orang di seluruh dunia.
Angka ini memberikan dampak ekonomi signifikan, di mana setiap investasi sebesar USD1 dalam sanitasi mampu menghasilkan dampak ekonomi hingga USD5 bagi masyarakat.
Komitmen LIXIL berlanjut melalui dua platform besar yakni LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD).
Mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES”, LADC 2026 mengundang arsitek profesional Indonesia untuk bereksplorasi. Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026, dengan juri ternama seperti Andra Matin dan Richard Wood dari Snøhetta.
Semetntara LDAD 2026 Akan digelar pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Forum ini akan menghadirkan tokoh arsitektur dunia seperti Patrik Schumacher dari Zaha Hadid Architects.
"Melalui dialog dan pertukaran ide, arsitektur akan bertransformasi menjadi percakapan yang hidup dan relevan dengan tantangan zaman," pungkas Arfindi.