Connect With Us

Alam Sutera Dituding Penyebab Banjir Warga

| Kamis, 19 April 2012 | 19:47

Alam Sutera (tangerangnews / istimewa)

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menilai banjir yang terjadi di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, bukan semata-mata tingginya debit hujan. Pemkot menilai, banjir juga disebabkan oleh limpahan air dari perumahan Alam Sutera. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang mendesak agar pengembang perumahan tersebut segera membangun tandon untuk menahan agar air tidak membanjir pemukiman warga.

“Dari hasil evaluasi atas kasus banjr di wilayah Kunciran, Pemkot Tangerang mendapati bahwa, hal tersebut diakibatkan minimnya sarana penahan air atau tandon di wilayah pengembangan Alam Sutera,” kata Wakil Walikota Tangerang Arief Wismansyah, belum lama ini.
Menurut Arief, sebetulnya pengembang perumahan sudah membangun tendon. Namun, ukurannya kecil sehingga tidak mampu menampung air yang berujung pada meluap air ke wilayah tetangga.

“Selain itu, saluran irigasi yang dimiliki Alam Sutera juga sangat kecil. Jelas tidak bisa menampung luapan air yang datang. Makanya, tak heran kalau di wilayah Kunciran selalu kelimpahan air,” terangnya.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sjarifuudin Z Hamadin mengutarakan, saat ini merupakan momentum baik bagi Pemkot Tangerang untuk dapat meyakinkan pihak pengembang Alam Sutera untuk dapat membangun tandon air yang lebih luas, agar dapat menangkal lebih dini air masuk ke wilayah Kunciran.

“Kami mendukung sekali rencana Pemkot yang akan meminta Alam Sutera membangun tendon, dan rasanya itu mendesak,” imbuhnya.
Senada dengan Sjarifuddin, anggota DPRD Kota Tangerang lainnya Aulia Epriya Kembara, agenda pertemuan dengan pihak pengembang Alam Sutera soal pembangunan tandon air dan juga memperlebar saluran pembuangan air yang mengarah ke wilayah Petir perlu disegerakan. Sebab, kalau tidak, masalah banjir di wilayah Kunciran ini tidak akan tuntas.

“Kami hanya berharap dan mendesak agar kepedulian pengambang akan dampak banjir yang timbul dari pengembangan lahan perumahan mereka bisa dientaskan mulai dari pengambang. Kami pun berencana untuk mengundang pengembang Alam Sutera untuk datang dan membicarakan hal ini,” tandasnya.
Sebelumnya, warga di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang dan juga beberapa warga perumahan sekitar Alam Sutera yang masuk daerah Kota Tangerang mengeluhkan adanya banjir yang disebabkan minimnya sarana penangkal banjir berupa tendon air di Perumahan Alam Sutera. Sebab, sebelum pengembangan dilakukan Alam Sutera, tidak pernah ada banjir di wilayah mereka. (DRA)

KAB. TANGERANG
Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Selasa, 29 September 2026 | 22:57

Dampak kemarau panjang yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir membuat warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengalami krisis air bersih yang parah.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill