Connect With Us

VIDEO : Gejolak dengan Pekerja di Kota Tangerang Selesai, Manajemen J&T: Miskomunikasi

 

Dibaca : 1010

TANGERANGNEWS.com-Manajemen PT Jet Teknologi (J&T) Ekspress permasalahan dengan pekerjanya di Kota Tangerang sudah selesai. Manajemen juga menyatakan, siap bersinergi dengan para pekerja dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) untuk kemajuan perusahaan.

"Jadi, kami perwakilan dari Jet Teknologi Ekspress bahwa memang dinamika yang terjadi kemarin itu adanya miskomunikasi di lapangan terkait dengan strategi kami di operasional maupun di lapangan sehingga ada kurang masuknya komunikasi tersebut kepada rekan-rekan," ujar Adriansyah, perwakilan manajemen J&T dalam jumpa pers di Sekretariat KSPSI Kota Tangerang, Jumat 12 November 2021.

Adriansyah yang menjabat sebagai Assisten CEO J&T ini menyebut, meski terjadi kesalahpahaman dengan pekerja, pihaknya telah menjalankan operasional perusahaan sesuai dengan prosedur.

"Semuanya kami sudah menjalankan sesuai dengan prosedur maupun secara undang-undang industrial maupun ketenagakerjaan itu tidak ada masalah memang hanya terkait dengan strategi perusahaan internal setelah kami duduk bareng," jelasnya.

Dia juga menegaskan, seluruh pekerja beraktivitas kembali dengan normal pada Senin pekan depan. Para pekerja pun telah menandatangani kesepakatan kerja dengan J&T.

"Kami tegaskan semua teman-teman ini mulai lagi beraktivitas hari Senin. Jadi ke depannya kami sinergi dan kesepakatan bersama serikat pekerja maupun apabila ada hal-hal terjadi dan juga serikat pekerja pun kita akan menggalang dan akan ada pembinaan ya kepada tenaga kerja ini," katanya.

Dia menyatakan siap bersinergi dengan para pekerja dan KSPSI untuk kemajuan perusahaan. "Untuk ke depannya kami berharap J&T bisa menjadi jasa kurir yang lebih nomor satu lagi itu sinergitas kita khususnya di area Tangerang," imbuhnya.

Ketua KSPSI Banten Dedi Sudarajat menambahkan, kesalahpahaman antara pekerja dengan manajemen J&T sudah selesai. Dia meminta para pekerja yang tergabung dalam KSPSI untuk bekerja dengan maksimal demi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

"Kesalahpahaman yang terjadi antara pimpinan J&T dengan karyawan kita sudah sepakati selesai. Ternyata setelah duduk bareng kita cari permasalahannya apa, solusinya apa, ternyata ketemu. Tuntutan yang lain masalah upah juga sebetulnya tidak masalah. Jadi hanya kesimpangsiuran, miskomunikasi, tapi sudah selesai," tegasnya.

Kata Dedi, kebijakan-kebijakan manajemen J&T ke depan akan dikomunikasikan dengan pekerja melalui KSPSI.

"Ke depan apapun nanti kebijakannya dikomunikasikan dengan kita tidak ada lagi miskomunikasi. Karena saya yakin kita berpikiran baik bahwa J&T ini kan perusahaan besar yang memang sedang naik daun mereka juga kan melakukan kebijakan-kebijakan strategis untuk bagaimana perusahaan tetap survive ke depan," pungkasnya.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill