Connect With Us

LIRA Temukan Penggelembungan Suara Pileg

Bastian Putera Muda | Kamis, 17 April 2014 | 18:35

Acep Sekda LIRA Kota Tangsel (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGSEL-Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Tangsel mengindikasikan adanya penggelembungan suara pada pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 ini.

Hal tersebut diungkapkan sekretaris kota (sekot) Lira muhammad Acep Maulana. Dari hasil investigasi pihaknya, mendapati penggelembungan suara di hampir seluruh kelurahan.

"Dugaan kami seluruh kelurahan terindikasikan ada penggelembungan suara," katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/4).

Ia mencontohkan suara sah di kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangsel  tidak sesuai dengan hasil perhitungan yang masuk. Dari data yang didapat di formulir D jumlah pemilih sebanyak 13.217. Namun, surat suara yang sah sebanyak 16.023.

"Ini ada selisih sekitar 3.000 suara. Sepertinya ada permainan di PPS dengan PPK," ujarnya.

Acep mengatakan, selain di Kelurahan Pisangan. Juga terjadi di Kelurahan Benda Baru, Jombang, Kedaung, Sawah Baru.

"Kami masih mendalami temuan ini. KPU juga harus melakukan hitung ulang. Karena mereka yang pegang formulir C1 (undangan)," terangnya.

Pihaknya mendorong kepada Panwaslu untuk bekerja lebih baik dan jeli. Sebab, selain penggelembungan suara ia juga mendapatkan laporan adanya praktek money politics.

"Hasil temuan ini akan kami laporkan ke Panwaslu. Jika Panwaslu tidak menindaklanjuti akan dibawa ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," ucapnya.
 
OPINI
Sebelum Hujan Turun, Jalan Sudah Menyerah

Sebelum Hujan Turun, Jalan Sudah Menyerah

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:01

Jalan berlubang di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang pada tahun 2026 kerap dikaitkan dengan musim hujan. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak ruas jalan telah rusak sebelum hujan turun dan dibiarkan

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill