Connect With Us

Mabes Polri Sita Rumah Tunggul Sihombing di Pondok Aren

Keating | Minggu, 30 November 2014 | 09:19

Rumah Tunggul disegel KPK (keating / TangerangNews)

TANGERANG SELATAN-Penyidik dari Mabes Polri menyita enam rumah milik Tunggul P Sihombing yang berlokasi di Kavling IWAPI, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (28/11) siang.

Penyitaan tersebut terkait dugaan tindak pidana pencucian uang  dan korupsi produksi vaksin serta pengadaan pembangunan fasilitas virus flu burung.

Dalam penyitaan enam rumah yang masing - masing memiliki luas tanah sekitar 130 meter persegi itu,  penyidik didampingi Polsek Pondok Aren dan kelurahan setempat.

‪Selain enam buah rumah, penyidik juga menyita dua bidang tanah dengan total 940 meter persegi. Kedua bidang tanah yang masing-masing berukuran 640 meter persegi dan 340 meter persegi saat ini dijadikan kebun pembibitan tanaman.

‪Meski telah menyita, penyidik tidak mengusir pemilik rumah tersebut. AKBP Bagus Suropratomo, Kanit 3 Subdit 5 Ditipikor Bareskrim mengatakan, selama tak merusak dan menghilangkan aset yang telah menjadi milik negara, pemilik masih boleh menempati rumah tersebut.

‪"Aset yang disita sudah kita titip rawatkan, tak ada pengosongan rumah, meskipun status rumah disita. Penyitaan ini telah sesuai petunjuk jaksa dari Pengadilan Negeri Tangerang," jelasnya.

‪Saat penyitaan tersebut, tampak  juga disaksikan langsung keluarga tersangka beserta seorang kuasa hukumnya.

‪Untuk diketahui, Tunggul P Sihombing merupakan tersangka kasus TPPU pengadaan vaksin flu burung yang diduga merugikan negara mencapai Rp740 miliar. Kasus dugaan korupsi vaksin flu burung dimulai dengan pekerjaan pengadaan peralatan pembangunan fasilitas produksi riset dan alih teknologi produksi vaksin flu burung di Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes RI pada tahun anggaran 2008-2010.
 
 
 Tunggul P Sihombing Dimata Penyidik
 
Menurut Direktorat Tindak Pidana Korupsi  Polri, Tunggul P. Sihombing selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak melakukan pekerjaannya selaku PPK.

Seperti,  pertama tidak melakukan kajian baik tekhnis mau pun keahlian atau  evaluasi terkait program yang akan dilakukan.
Hal tersebut dapat dibuktikan, bahwa pada saat program sudah berlangsung diketahui ada kekurangan alat/ barang/ gedung tetapi pembayaran tetap dilakukan sampai dengan 100%. Kedua tidak menyusun spesifikasi tekhnis (spektek) dan HPS.

Ketiga tidak melakukan pengawasan pekerjaan dibuktikan dengan melakukan pembayaran 100%, sementara progres pekerjaan belum selesai.

Hal itu diketahui Polri pada tanggal 17 Juni - 21 Juni 2014 saat melakukan pengecekan barang bukti terkait kasus pekerjaan pengadaan peralatan dan pembangunan fasilitas produksi, riset serta alih teknologi vaksin flu burung tahun anggaran 2008 – 2010.
AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

NASIONAL
Komisi XII Kawal Penegakan Hukum Pencemaran Sungai Cisadane Akibat Kebakaran Gudang Pestisida

Komisi XII Kawal Penegakan Hukum Pencemaran Sungai Cisadane Akibat Kebakaran Gudang Pestisida

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:04

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

SPORT
Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:55

Timnas Indonesia U-23 dari Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, diisukan absen. Pasalnya, hanya tim peserta Piala Asia U-23 2026 yang berhak tampil di ajang multi-event terbesar se-Asia itu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill