KPAI Sebut 19 Anak Alami Kekerasan Aparat saat Demo DPR RI
Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:10
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
TANGSEL- Puluhan warga di Villa Pamulang, melakukan demonstrasi Sabtu (21/2) siang ditepi Situ Ciledug, samping Pamulang Square,Kota Tangsel, menolak adanya pengurukan situ.
Warga meminta agar lahan seluas satu hektare yang sudah diurug oleh pengembang untuk dikembalikan fungsinya seperti semula.
Puluhan warga tersebut membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan “Stop Pengurukan dan Pembangun di Situ” dan “Save Our Situ”.
Mereka memprotesnya, lantaran jika dibiarkan akan merugikan warga sekitar atas dampak pengurukan yang dilakukan pengembang perumahan PT Respati Bangun Jaya.
“Sudah tak punya izin, perusahaan milik Johnny Wantah ini masih nakal. Sebelumnya Wali Kota Tangsel sudah menutupnya, tetapi tetap mereka diam-diam melakukan kegiatan,” ujar Bambang Rahardjo, koordinator aksi warga setempat.
Saat warga melakukan aksi, diduga pengembang sudah mengetahuinya sehingga alat-alat berat untuk menguruk Situ Ciledug sudah tidak ada di lokasi.
"Indikasinya ada yang menyampaikan ke pengembang warga akan demo hari ini. Makanya tadi malam mereka menghentikan aktifitasnya lalu menarik seluruh alat beratnya, " ungkap Bambang.
Bambang berharap, Pemerintah Kota Tangsel untuk melakukan tindakan tegas atas perusahaan itu. Sebab, pengembang sudah nakal sekali berani melawan wali kota.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
Kabel menjuntai di tengah Jalan Teuku Umar, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, memaksa puluhan kendaraan berhenti mendadak.
Seorang pengendara sepeda motor kejang-kejang setelah tertabrak minibus di Jalan Boulevard BSD Timur, Kelurahan Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.