Connect With Us

Pembangunan Ulang Situ Gintung Mulai Desember

| Jumat, 20 November 2009 | 15:34

Ratusan korban Situ Gintung menunggu giliran mendapatkan bantuan dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beberapa waktu lalu di samping Wisma Kertamukti 1. (tangerangnews/dens / tangerangnews/dira)

 
TANGERANGNEWS- Design Engineering Detail (DED) tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah rampung. Pembangunan tanggul yang jebol 27 Maret 2009 dan merenggut sekitar 96 jiwa itu segera dikerjakan pada Desember mendatang.
 
“Berdasarkan hasil pertemuan kami dengan Kepala Balai Besar Waduk Sungai Ciliwung Cisadane pak Pitoyo Subandriyo dengan sejumlah pejabat di pemerintah pusat lainnya, pembangunan akan dimulai pada Desember ini,” ujar Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Shaleh MT, yang mengaku baru saja mengadakan pertemuan dengan pejabat pusat di Ciputat Timur, siang ini.
 
Dirinya mengatakan, proses tender atau pelelangan pengerjaan proyek sudah selesai. Dipastikan kontraktor yang akan mengerjakan tanggul itu nantinya berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sedangkan dana untuk pembangunan berasal dari APBN sebesar Rp91 miliar.
 
Lebih jauh Shaleh menjelaskan, total dana Rp 91 miliar tersebut juga telah termasuk pembebasan tanah milik masyarakat untuk lahan pintu tanggul Situ Gintung seluas 26 meter persegi. Dimana lahan tersebut akan dibuat aliran hingga ke Sungai Pesanggrahan, Jakarta Selatan berikut jogging track dan juga lahan hijaunya.
 
“Namun nantinya di Situ Gintung ini tidak akan ada lagi jaring apung, sebagaimana yang selama ini ada. Karena nantinya operasional situ akan lebih ditegaskan untuk menampung air, bukan untuk kepentingan poariwisatan atau lainnya,” kata Shaleh.
 
Keresahan
 
Sementara itu, warga sekitar Situ Gintung mulai resah dengan seringnya hujan deras turun di wilayah itu. Selain guyuran air yang berlebihan berpotensi menyebabkan banjir, juga terlalu basahnya tanah oleh guyuran air dikhawatirkan dapat mengakibatkan kontur tanah berbukit itu menjadi semakin labil.  
 
  “Disini saya tidak mengkhawatirkan banjir, karena posisi rumah saya berada dibagian atas. Namun justru hujan yang turun terus menerus mengakibatkan tanah menjadi terlalu lama basah, hingga konturnya menjadi semakin lemah dan berpotensi terjadinya longsor,” kata Muis warga sekitar Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
 
Pasca guyuran hujan yang rutin berlangsung dalam sepekan terakhir, memaksa Muis menambal sisi kiri pondasi rumahnya dengan sejumlah karung berisi tanah liat. Maklum, sejak diguyur hujan selama sepekan, pondasi bagian samping kiri rumahnya mulai longsor.(dira)
 

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

HIBURAN
Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:26

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan dalam kisah penuh makna yang merangkai romansa, rahasia keluarga, dan konflik lintas generasi melalui film layar lebar terbaru bertajuk Yang Datang dan Yang Pergi.

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill