KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Kawanan begal bersenjata api beraksi di Perumahan Graha Taman, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok aren, Kota Tangsel, Rabu (28.12/2016) dini hari. Bahkan pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah korban, Solihin, 28. Beruntung tembakan tersebut tidak mengenai korban.
Kasubag Humas Polres Tangsel AKP Mansuri mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.15 WIB. Ketika itu korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha N Max Nopol B-6755-WDU, dari rumah temannya di Pondok Maharta hendak pulang ke Pondok Cabe.
“Ketika melintas di bawah fly over British Scholl, korban merasa di ikuti oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Setelah di depan Perumahan Graha Taman, korban dipepet oleh kedua motor tersebut,” katanya.
Korban pun melawan dengan menabrakan motornya ke motor salah satu pelaku lalu. Lalu korban berlari meninggakan motornya. Satu pelaku mengikuti korban dan membuang satu kali tembakan ke arah korban, tetapi tembakan meleset.
“Agar tidak kejar, pelaku berpura-pura terjatuh dan terbaring di jalan mengelabuhi pelaku. Selang berapa lama pelaku meninggalkan korban, lalu korban mencari bantuan ke Pos Security Graha Taman,” jelas Mansuri.
Security Graha taman melanjutkan laporan ke Polsek Pondok. Setelah mendapatkan laporan, Pawas IPDA Ardawih beserta piket Intel dan Reskrim melakukan cek TKP, mendata korban dan saksi-saksi di sekitaran TKP.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan,” katanya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews