Connect With Us

Ini Alasan Lapangan Udara Pondok Cabe Tak Bisa Jadi Bandara

Denny Bagus Irawan | Minggu, 15 Januari 2017 | 09:00

Bandara Pondok Cabe, Tangsel (istimewa / tangerangnews)


TANGERANGNews.com-Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan, rencana pemakaian Lapangan Udara Pondok Cabe menjadi bandara komersil dari sisi lalu lintas udara tidak lah mungkin untuk saat ini.   "Jadi Pondok Cabe tetap untuk penerbangan khusus urusan kepentingan pertamina. Untuk saat ini jadi tidak memungkinkan untuk jadi komersil," ujar Wisnu, hari ini. 


Pemerintah daerah Kota Tangsel sendiri menyatakan keberatan akan rencana dijadikannya lapangan udara yang ada di wilayahnya untuk dijadikan kegiatan komersil. Alasannya, karena berdekatan dengan pemukiman. 
Wisnu mengatakan, pihaknya hanya melihat dari sisi udara yang menjadi tanggung jawab pihaknya. 

"Sebab lokasinya berdekatan dan silang dengan Bandara Halim Perdanakusuma. kalau ada yang mendarat di Halim, Pondok Cabe harus berhenti.  Jadi harus bergantian. Kalau bergantian begini, tidak mungkin untuk komersial. untuk komersial tidak mungkin harus menunggu," ujarnya.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill