Connect With Us

BK DPRD Tangsel ngotot Panggil Panwaslu Klarifikasi Ijazah Palsu

Yudi Adiyatna | Senin, 20 Maret 2017 | 13:00

Wakil Ketua DPRD Tangsel dilaporkan kelompok masyarakat, diduga menggunakan Ijazah palsu.Minggu (19/03/2017). (@TangerangNews.com 2017 / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tangsel ngotot tetap memanggil Panwalu Kota Tangsel, Senin (20/3/2017). Panggilan tersebut adalah panggilan ketiga terkait klarifikasi dugaan informasi penggunaan ijazah palsu  milik Wakil Ketua DPRD Tangsel, Taufik MA.


Sekretaris BK DPRD Nurhayati Yusuf yang dihubungi  mengatakan, Panwaslu Kota Tangsel kembali tidak hadir. Karenanya, pihaknya akan memplenokan dulu terkait ketidak hadiran Panwaslu untuk yang ketiga kalinya itu.

"Kami membutuhkan informasi dari Panwaslu Tangsel karena dari Panwaslu lah yang mengeluarkan surat rekomendasi untuk yang bersangkutan (Taufik MA) pada 2014 lalu," tutur Nurhayati, Senin (20/3/2017). 

Nurhayati mengatakan, kasus dugaan ijazah palsu itu kini sedang dalam tahap dimana BK DPRD Tangsel sedang  memeriksa Taufik MA . "Jadi tahap saat ini sangat diperlukan keterangan dari Panwaslu," terangnya.

Sementara itu, Suhendar Kordinator Tangerang Public Transparency Wacht (TRUTH) mengatakan, jika benar Taufik MA menggunakan izajah palsu  hal itu jelas masuk ke ranah itu tindak pidana. "Sebaiknya dilaporkan ke Polisi, BKN, serta BKD DPRD. Sebab, ini persoalan serius, kan lucu kalau DPRD sendiri sudah tidak benar, mereka melakukan pengawasan kok, gimana yang mau diawasi benar," tuturnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill