Connect With Us

Tangsel Pangkas Birokrasi Perizinan

| Jumat, 8 Januari 2010 | 17:21

Penjabat Wali Kota Tangsel Shaleh MT (shaleh / tangerangnews/dens)

TANGERANGNEWS-Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Tangerang Selatan memperpendek birokrasi perizinan diwilayah itu. Pemangkasan waktu proses pengurusan perizinan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan perizinan dan mengejar target pendapatan asli daerah dari retribusi perizinan.

"Dengan cara ini semua perizinan akan dipercepat, paling lama 12 hari," ujar Kepala BP2T Tangerang Selatan, Mursan Sobari, Jumat (8/1).

Untuk meraih target yang dibebankan kepada BP2T, berbagai upaya dilakukan. Di antaranya dengan membuka gerai pelayanan di pusat perbelanjaan dan kawasan yang ramai. "BSD, Ciputat, Pamulang, dan Bintaro yang akan coba dibuka," katanya.

Selain dengan sistem jemput bola ini, BP2T akan mencoba melayani pengurusan izin sesingkat mungkin. "Beberapa perizinan cukup bisa ditandatangani oleh Kepala Bidang Perizinan atau Nonperizinan," kata Mursan.

Dengan sistem ini perizinan bisa selesai dengan cepat selama pemohon izin membawa kelengkapan syarat-syaratnya." Kami jamin perizinan tidak akan sulit dan lama asalkan syarat-syarat lengkap,"kata Mursan.

Menurut Mursan, cara ini dianggap ampuh untuk menyedot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perizinan.Pendapatan tertinggi diperkirakan akan didapat dari izin mendirikan bangunan (IMB).

Mursan mengatakan, target pendapatan Kota Tangerang Selatan dari sektor perizinan tahun ini ditarget Rp 21 miliar. "50 persennya dari IMB," kata Mursan.

IMB, menurut dia, memang menjadi sektor andalan karena Tangerang Selatan adalah daerah berkembang. Banyaknya pengembang membuka area komplek hunian baru membuat perizinan untuk mendirikan bangunan sangat tinggi. "Banyak juga pengembang yang mendirikan pusat perbelanjaan dan kawasan-kawasan bisnis," jelas Mursan.

Sektor perizinan memang menjadi sektor yang diandalkan di daerah otonom baru ini. Dari PAD sekitar Rp 80 miliar, 25 persennya lebih ditutupi oleh sektor ini. "Dari 20 jenis perizinan yang saat dikelola oleh Tangerang Selatan sejak Agustus 2008," ujar Mursan.

Mursan yakin target Rp 21 miliar bisa tercapai. Ia mencontohkan target tahun lalu selama lima bulan, Agustus-Desember 2009 ditarget Rp 7,7 miliar. Ternyata pada akhir tahun bisa tercapai Rp 7,9 miliar. "Itu dari 1.500 perizinan yang diterbitkan," katanya.(ti)
 

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill