Connect With Us

Dapat Predikat Kota Layak Anak, Mahasiswa Tangsel Menggugat Kementerian

Mohamad Romli | Rabu, 17 Mei 2017 | 10:00

Rosyana Novitasari (@tangerangnews2017 / Mohamad Romli)


TANGERANGNEWS.com-Terjadinya rentetan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai telah mencoreng predikat yang diraih kota ini sebagai Kota Layak Anak yang diterima dari Kementerian  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2015 yang lalu.

Selain itu, penghargaan lainnya pernah diterima Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, diantaranya penghargaan  Prahita Eka Praya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2014. Airin juga mendapat penghargaan kota layak anak dan perempuan terbaik dari Sindo Weekly Goverment Award 2017.

Berbagai penghargaan yang sudah diterima pun dianggap aktivis Mahasiswa Korps HMI-WAti Pamulang tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Desakan melakukan evaluasi terhadap predikat dan penghargaan yang sudah diterima Tangsel dianggap penting untuk segera dilakukan.

Rosyana Novitasari, Ketua Umum Korps HMI-WAti Pamulang mencatat dalam kurun waktu 2013 sampai 2016, terjadi 167 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Tangsel. Kasus serupa kembali terjadi di periode Maret sampai April 2017, diperiode ini, 7 kasus pengaduan pelecehan seksual terhadap anak tercatat di Polres Tangsel.

"Dengan adanya rentetan kasus tersebut, dimana peran Pemkot Tangsel dalam upaya mengembangkan Kota Layak Anak?. Predikat tersebut kini hanya menjadi prestasi dengan penilaian nol karena kurangnya pemenuhan hak anak yang dibuktikan dengan adanya kasus yang menjadikan anak sebagai korban pelecehan seksual," ungkapnya, Rabu (17/5/2017).

Rentetan kasus kekerasan terhadap anak juga dinilai tidak sesuai dengan upaya Wali Kota Tangerang yang sudah membentuk Satgas Perlindungan anak sejak tahun 2013 yang lalu."Satgas tersebut seolah mati suri, konon anggotanya mencapai 108 orang dan 540 relawan sampai tingkat RW. Bahkan saat ini tidak lagi terdengar program dan gerakannya," tambahnya

Atas berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi terhadap anak tersebut, pihaknya mempertanyakan acuan penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan yang telah memberikan penghargaan kepada Kota Tangsel sebagai kota layak anak.

"Kami meminta Kemenetrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk menjelaskan indikator apakah yang digunakan, karena Kementerian negara tersebut harus bekerja secara profesional dan mempertanggungjawabkan atas apa yang telah diputuskan," tegasnya.

Pihaknya juga meminta Pemkot Tangsel untuk fokus pada pemenuhan hak anak sebagaimana tertuang dalam 31 indikator Kota Layak Anak menurut hasil Konferensi Internasional Kota Layak Anak se-Asia Pasifik, tidak hanya sekedar melakukan upaya pencitraan sebagai kota layak anak namun kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:58

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden ledakan tabung di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah menjadi tiga orang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill