Connect With Us

Herman Saren Menyerahkan Diri

| Selasa, 19 Januari 2010 | 19:10

Herman Saren Sudiro (tangerangnews / andre)

 
 
TANGERANGNEWS-Setelah melalaui negosiasi yang  panjang, akhirnya Brigjen TNI (purn) Herman Saren Sudiro,80, yang diduga melakukan penyimpangan atas lahan seluas tiga hektare di Jalan Warung Buncit, Mampang Jakarta Selatan, siang ini pukul 11.30 WIB menyerahkan diri ke Mabes TNI.   
 
Negosiasi yang melibatkan mantan Menpora Adiyaksa Dault itu dilakukan di rumah keluarga Herman Saren Sudiro, yang menjadi lokasi pengepungan Herman selama dua hari oleh aparat berseragam PM dari TNI. Kedatangan Adiyaksa ke rumah yang terletak di  Blok G-5 No.18, Perumahan Taman Telaga Golf Vermont Parkland, Bumi Serpong Damai (BSD),Kota Tangerang Selatan, Banten itu menurutnya atas permintaan pihak keluarga dalam hal ini anaknya yang bernama Rina.
 
“Kami datang ke sini (rumah Herman) atas permintaan Rina, anak Herman Saren Sudiro, agar kami menjadi penghubung keluarga," kata Adiyaksa Dault yang datang ke rumah itu sekitar pukul 10.00 WIB.
 
Herman Saren, lanjutnya, tidak segera memenuhi permintaan Danpom Jaya, karena yang bersangkutan sedang sakit. "Pak Herman sakit dan selalu berada di atas tempat tidur," papar Adiyaksa sekaligus membantah bahwa Herman Saren saat didatangi oleh petugas Danpom Jaya melakukan perlawanan dengan tembakan.
"Berita itu tidak benar dan mengada-ngada, masak orang setua Pak Herman masih bisa menenteng-nenteng senjata api," tambah dia.
 
Jangankan hanya persoalan tanah. untuk persoalan negara yang memerlukan perjuangan tinggi dan nyawa taruhannya Herman Saren selalu siap. Sebab, kata Adiyaksa,  Herman Saren adalah seorang pejuang di bangsa ini. Bahkan di massa tuanya, dia juga sebagai motifator bagi generasi muda, termasuk kepada dirinya ketika menjabat sebagai Menpora.
 
Berselang beberapa menit setelah menyampaikan pernyataan, Adiyaksa Dault masuk ke dalam rumah untuk mendampingi Herman Saren Sudiro,  bersama keluarganya menuju Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta. "Kami akan mendampingi Pak Herman ke Mabes TNI guna bermusyawarah dengan Danpom Jaya," katanya.
 
Dengan mengenakan kemeja putih garis-garis hitam dan setelan jaket rompi serta celana hitam, Herman Saren Sudiro yang melengkapi diri dengan topi warna biru tua dan kacamata hitam, dituntun oleh anggota keluarganya masuk ke dalam mobil Nissan Teana hitam B 297 RS yang sudah siap di pelataran rumah menuju Mabes TNI. Bahkan ketika beberapa wartawan ingin mengabadikannya, Herman Saren sempat membuka kaca dan angkat tangan sebagai tanda hormat.
 
Ketika mobil meninggalkan rumah yang bercat krem fariasi coklat itu, beberapa mobil petugas dari Pomdam Jaya, berikut mobil Mitsubishi Fajero Sport merah tua B 1141 AD, milik Adiyaksa Dault mengiringi mobil tersebut. Keluarga Herman juga terlihat mengikuti.
 
 
Sementara, Herman terlihat masih segar dan sempat melambaikan tangan. Dia berjalan tegap dan masuk tanpa sepatahkatapun yang keluar dari bibirnya. Herman duduk di kursi belakang didampingi Adhyaksa Dault. Oditur Militer dari Mahkamah Militer TNI Mayor Wilder Boy yang memimpin penjemputan Herman duduk di kursi depan. Sebelumnya, Tim Oditur Mahkamah Militer Mayor Whilder Boy telah bergadang dan menunggu pihak keluar Herman sejak pukul 10.00 WIB hingga siang ini . Whilder Boy mengaku, dirinya diperintahkan Mahkamah Militer untuk bernegosiasi kepada Herman. keberadaannya di kediaman Herman Sarens karena diperintahkan untuk memediasi yang bersangkutan dengan pihak TNI.
Diungkapkan, mantan Komandan Korps Markas Hankam itu sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan persidangan terkait kasus dugaan penggelapan lahan di Jalan Warung Buncit,Jakarta Selatan. Berdasarkan pantauan, beberapa petugas polisi militer berdiri menjaga rumah itu, sementara sekitar 10 personel TNI lainnya menyebar dibeberapa titik di kompleks perumahan. Selain itu, tampak pula puluhan petugas polisi dari Polsek Serpong, Kabupaten Tangerang. Penjagaan di perumahan itu saat Herman dikepung petugas PM TNI  diperketat.
 
Kecuali penghuni perumahan, siapa pun dilarang masuk, termasuk wartawan. Dengan terpaksa wartawan masuk melalui tembok rumah perkampungan yang berada di samping kompleks perumahan itu. Sempat beredar kabar adanya suara letusan tembakan tapi informasi itu langsung dibantah aparat di lapangan. (dira)

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

SPORT
GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Tangerang Maraton Sambil Donasi Pohon, Target Tanam 1.500 Bibit

GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Tangerang Maraton Sambil Donasi Pohon, Target Tanam 1.500 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:12

Event lari GRID Cardio Rush 2026, kembali digelar GRID Fitness pada 2 Agustus 2026 mendatang di Carstensz Mall, Gading Serpong, Tangerang.

NASIONAL
Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:48

Warga di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu 8 Juli 2026, malam.

BANTEN
Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:44

PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill