Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TANGERANGNEWS.com-Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mendatangi dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi keluarnya gas menyengat di di Jalan Pesantren, RT 01/03 Kelurahan Jurang Mangu Timur,Kecamatan Pondok Aren,Tangsel, Jumat (12/11/2018).
Dua orang petugas diterjunkan ke lokasi tanah kosong itu. Keduanya meninjau lokasi tersebut untuk memastikan kandungan serta penyebab keluarnya gas yang menghebohkan warga tersebut.
"Kami akan uji kebauan, disini ada dua titik sumber asap," terang Tedi Krisna, Kasie Pemantauan Lingkungan DLH Tangsel.

Tedi mengungkapkan di wilayah tersebut tidak dilintasi jalur pipa gas milik Pertamina ataupun perusahaan lainnya, sehingga pihaknya pun tak berani menduga-duga terkait kandungan gas apa yang mencul dan menyebabkan warga yang menghirupnya merasa pusing dan mual-mual itu.
"Nanti kita periksa kandungan Nh3, H2s, Metil merkapta , Metil Sullfida Strene ,"bebernya.
Dirinya pun kemudian menghimbau agar warga sekitar sementara menjauh dari lokasi dan tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan percikan api di sekitar lokasi.
"Imbauannya agar warga berhenti membakar sampah dan menjauh dari lokasi. Nanti akan kita liat hasil labnya," tandasnya.(MRI/RGI)
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews