Connect With Us

Pelaku Penipuan Rumah DP Murah di Tangsel Dibekuk

Yudi Adiyatna | Kamis, 13 Desember 2018 | 21:35

Tersangka John Sumanti,47, pelaku penipuan ratusan calon pembeli rumah berkedok down payment (DP) berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Tangsel. (TangerangNews/2018 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Aparat kepolisian dari Polres Tangsel berhasil mengamankan John Sumanti,47, pelaku penipuan ratusan calon pembeli rumah berkedok down payment (DP) atau uang muka rumah murah. 

John diamankan polisi di Perumahan Malendeng Residence, Manado , Sulawesi Utara, Jumat (07/12/2018) lalu. 

John sebelumnya telah berhasil memperdayai korbannya dengan menawarkan unit rumah seharga Rp 130 juta hingga Rp160 juta di dua lokasi yang ditawarkan.

Diantaranya yang berada di Desa Curug, Kabupaten Bogor yang bernama Bumi Berlian Asri dan lokasi kedua berada di Desa Cidokom, Kabupaten Bogor dengan nama Bumi Berlian Serpong. 

Namun, kedua lokasi rumah tersebut pun kemudian diketahui bukan milik John Sumanti, melainkan milik pengembang properti lain yang tidak memiliki hubungan dengan John. 

"Modus operandi (pelaku) dengan memasarkan rumah bersubsidi seharga Rp130 juta-Rp160 juta dengan luasan tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 90 meter persegi," ujar Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Kamis (13/12/2018).

Dalam menjalankan aksinya John membuka tempat pemasaran di Perumahan Villa Dago, Blok A/187 RT01/02 Pamulang, Tangsel.

Dia menjanjikan kepada konsumennya segera akan dilaksanakan wawancara akad kredit dengan pihak Bank BTN Syariah Cabang Bogor atau Bank BTN Cabang Pamulang, usai menyerahkan uang tanda jadi pemesanan rumah sebesar Rp5 juta dan uang muka senilai Rp 20-30 juta per unit.

Namun, usai menyerahkan uang tersebut, wawancara tidak pernah dilakukan terhadap para konsumen. Akhirnya membuat para korban bergerak menayakan ke pihak Bank BTN. 

Namun ternyata, para korban namanya tidak pernah terdaftar sebagai orang yang mengajukan permohonan kredit perumahan Bumi Berlian Asri ( BBA ) maupun Bumi Berlian Serpong ( BBS ) seperti yang dijanjikan oleh John.

"Tersangka disangkakan pasal penipuan dan atau penggelapan. Soal aset, sementara kami masih telusuri. Sementara waktu ditangkap, tidak ada barang-barang berharga di tangan pelaku. Tapi, kami akan telusuri, apakah ada aset yang disembunyikan," sebut Ferdy. 

Kini total telah ada aduan dari 171 masyarakat yang mengaku sebagai korban penipuan yang dilakukan oleh John kepada Polres Tangsel dengan total kerugian diperkirakan mencapai  Rp4,5 miliar. 

John sendiri kini yang kerap mengaku sebagai Direktur PT Citra Cakrawala Kinasa dijerat dengan pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.(RAZ/HRU)

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Luncurkan Portal Datara, Warga Bisa Cek Desil dan Bansos

Pemkot Tangsel Luncurkan Portal Datara, Warga Bisa Cek Desil dan Bansos

Kamis, 10 September 2026 | 17:26

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Datara (Data Rakyat Tangerang Selatan), yaitu portal data sosial ekonomi terintegrasi yang dirancang untuk mendukung perencanaan hingga evaluasi pembangunan agar lebih tepat sasaran.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill