Connect With Us

Sampah Masih Menjadi Persoalan di Tangsel

Denny Bagus Irawan | Minggu, 2 Mei 2010 | 21:55

Sampah di Tangsel (tangerangnews / sampah)

TANGERANGNEWS-Sampah masih menjadi persoalan di Tangerang Selatan (Tangsel). Itu terlihat dari dua titik pasar yang ada di kota yang baru berpisah dari Kabupaten Tangerang setahun terakhir ini.

 
Pasar pertama adalah di Pasar Jombang, di Ciputat dan Pasar Ciputat. Berdasarkan pemantauan Seputar Indonesia di sejumlah jalan yang ada di Kota Tangsel, terdapat dua titik sampah yang sangat menonjol, yakni kedua pasar tersebut.
 
Tampak di pasar Jombang, sampah menjadi pemandangan biasa di depan pasar tersebut. Sampah menumpuk dan tidak meluap dari bak sampah yang disediakan pengelola pasar tersebut. Sedangkan di pasar Ciputat kondisinya lebih parah.
 
Selain telah menumpuk dan meluap dari tempat pembuangan sementara. Sampah yang berada di samping pasar itu, membusuk dan mengeluarkan bau tak sedang yang dapat mengganggu pernafasan dari jarak 100 meter. Ditambah, sudah menutupi sebagian jalan. Bahkan dikolong underpass Jalan Dewi Sartika (depan Pasar Ciputat), banyak sekali ditemukan kantung plastik dan karung yang berisi sampah.
 
Sejumlah pedagang di Pasar Ciputat yang ditemui mengaku, petugas Dinas Kebersihan Kota Tangsel hanya melakukan pengangkutan sampah satu kali dalam sehari.
 
“Pagi-pagi sih sudah diangkut sampahnya. Ya biasanya sih hanya satu hari sekali.Nggak tahu kenapa, sekarang sih masih mending sebelumnya malah dibiarkan,” ujar Rosidin pedagang samtam kelapa di Pasar Ciputat, kemarin.
 

 
Rosidin mengaku, persoalan sampah seperti ini sudah banyak dikeluhkan oleh pedagang lainnya. Sebab, kata dia, kondisi pasar kotor akan mempengaruhi pembeli yang datang. “Kalau sudah seperti itu, jelas kami dirugikan. Padahal kami sudah membayar uang kebersihan,” ujarnya.
 
Ditanya mengenai permasalahan itu., Penjabat Wali Kota Tangsel HM Shaleh MT menyatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan swasta untuk menangani persoalan tersebut.
 
"Sebanyak 400 ton perhari sampah di Tangsel ini nantinya akan di pusatkan di tiga tempat, seperti di TPS di Kelurahan Cipeucang, Pondok Cabe dan Ciputat untuk dijadikan kompos," jelas Shaleh disela gerak jalan bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Tangsel di Ciputat,pagi tadi.
 
Namun sebelum menjadi kompos, sampah-sampah yang di kumpulkan di TPS-TPS itu dicacah terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam mesin pengolahan. Ditanya soal kenapa hanya sehari menangkut sampah, Shaleh menampiknya. “Saat ini mobil sampah kita sudah mulai normal kok, ada sekitar 20 kendaraan, saya rasa itu tidak benar,” katanya.
 
Shaleh mengakui, persoalan sampah di Tangsel saat ini, tinggal yang berada di pasar-pasar saja. Untuk itu, dalam waktu dekat Shaleh akan memanggil pengelola pasar tradisional yang ada di Kota Tangsel. Pemanggilan itu untuk membahas pengelolaan sampah. (dira)

 

PROPERTI
Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Selasa, 3 Maret 2026 | 16:06

Tren hunian compact dan konsep rumah tumbuh semakin digandrungi di wilayah Tangerang. Merespons antusiasme pasar yang luar biasa, PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnis terbarunya, Summarecon Tangerang, resmi meluncurkan Rona Homes Tahap 2.

KAB. TANGERANG
Lebaran Lebih Awal, 800 Jemaah Ahlussunnah Tangerang Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Lebaran Lebih Awal, 800 Jemaah Ahlussunnah Tangerang Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Jumat, 20 Maret 2026 | 22:23

Suasana penuh kemenangan menyelimuti Masjid Jami Asy-Syakur, Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill