Connect With Us

Quick Count Konsepindo, Prabowo Unggul di Banten

Rachman Deniansyah | Rabu, 17 April 2019 | 22:18

Lembaga Survei Konsep Indonesia (Konsepindo) merilis hasil hitung cepat (Quick Qount) Pemilu 2019. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Lembaga Survei Konsep Indonesia (Konsepindo) merilis hasil hitung cepat (Quick Qount) peraihan suara Paslon Presiden dan Wakil Presiden di Banten, Rabu (17/4/2019).

Berdasarkan hasil hitung cepat sementara lembaga tersebut, Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga pukul 18:30 WIB unggul di Provinsi Banten dengan perolehan suara mencapai 60 persen.

"Data masuk 47 persen untuk Banten, hasilnya Jokowi 39,95 persen dan Prabowo 60,05 persen. Datanya sama dengan Pilpres 2014 lalu," beber Direktur Eksekutif Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman, di Hotel Grand Zuri, BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (17/4/2019).

Direktur Eksekutif Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman.

Tingginya suara yang diraih Prabowo-Sandi di Banten itu, kata dia, karena politik identitas serta isu agama yang menjadi jurus jitu bagi kubu 02 selama Pemilu 2019. 

"Dulu di Banten kalah, sekarang berdasarkan quick count kita (Jokowi) juga kalah. Banten sampai saat ini kalah, bedanya sampai 20 persen. Kenapa itu terjadi? karena ini pertarungan yang calonnya sama," bebernya. 

Menurutnya, persentase suara itu diprediksi akan bertahan sampai quick Clcount selesai. Ia memprediksi, Paslon nomor urut 2 tetap unggul di Banten dengan perkiraan sekitar 60 persen untuk Prabowo dan 40 persen untuk Jokowi.

"Namun demikian, saya memprediksi hasil secara nasional yang menang adalah Jokowi, karena belum ada gejala sesuatu yang luar biasa dalam quick count. Ini seperti mengulang Pilpres 2014," jelasnya.

Veri mengatakan, kekalahan pasangan Capres-Cawapres di Provinsi Banten salah satunya karena tak signifikannya kehadiran KH Ma'ruf Amin sebagai wakil Jokowi di Pilpres 2019  dalam mendongkrak elaktabilitas suara paslon 01. 

"KH Maruf Amin dianggap orang di Banten tapi enggak ngaruh di Banten, karena banyak tinggalnya di Jakarta. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun opini, tetapi tidak memikat warga," jelas Veri. 

Menurutnya, dukungan terhadap Prabowo di Banten tetap stabil sejak Pilpres 2014 lalu. Terlebih, ketika meminang Sandi sebagai wakilnya pada Pilpres 2019 ini.

"Pendukung Prabowo cukup stabil. Bahkan bertahan dengan angka cukup tinggi sampai 2019. Dia kan belum melakukan apa-apa. Salah satu letak keberuntungan Prabowo, dia diwakili Sandiaga," tukasnya.(RMI/HRU)

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill