Connect With Us

RSU Tangsel Raih Penghargaan TB RO Dari Dinkes Banten

Advertorial | Kamis, 2 Mei 2019 | 19:56

Tim TB RO RSU Tangsel, kerudung merah, dr.elly agustiana Kerudung biru motif dr. Fadhlina azmi, Sp. P Kerudung hitam dr. Iin rahmania inayatillah , Sp. P Kacamata perawat arif sugianto, Amd. Kep Perawat. niko pernando wa Baju batik dr. Dedi Nofizar, Sp. P (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

 

TANGERANGNEWS.com-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan meraih penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Penghargaan diberikan karena RSU Tangsel dianggap telah sukses mengendalikan penyakit TBC Rasisten Obat (TB RO).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara rapat koordinasi terpadu lintas program/lintas sektor yang diselenggarakan di Hotel Atria, Tangerang. Dan diserahkan langsung oleh Dr. M. Yusuf, S.Sos. M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten. 

Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan meraih penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

"Tujuan penghargaan ini bukan untuk menumbuhkan kompetisi yang mendegradasi kualitas pelayanan kesehatan itu sendiri. Penghargaan ini bukan sebagai perlombaan yang mendiskriminasi kualitas, tetapi penghargaan ini dimaksud untuk memberikan motivasi dan mendorong bagaimana pelayanan itu bermanfaat bagi masyarakat.," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSU Tangsel dr Alin Hendarlin mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada lembaganya. Dia pun menyebut pihaknya akan terus meningkatan pelayanan dan tidak berpuas diri terhadap penghargaan yang telah diraih .

"RSU Kota Tangsel yang menerima penghargaan ini menyatakan bahwa ini bukan puncak segalanya. RSU Kota Tangsel akan terus kembangkan dan perluas pelayanan kesehatan agar dapat bermanfaat langsung untuk seluruh masyarakat bukan hanya untuk komunitas tertentu," tuturnya.

RSU Tangsel sendiri pada 23 Desember 2016 melakukan perjanjian kerjasama dengan Dinkes Banten tentang peminjaman alat diagnosa GenExpert dan layanan kesehatan untuk penderita Tuberkulosis (TB) Resisten Obat dalam kegiatan Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat (MTPTRO).

Layanan pengobatan TB RO RSU Kota Tangsel sendiri hingga saat ini telah melayani 180 pasien.

Meluasnya penyakit TB di Banten khususnya di Kota Tangsel tentu menjadi perhatian berbagai pihak. Khususnya RSU Kota Tangsel yang memang menjadi salah satu tujuannya melayani kesehatan masyarakat luas.

“Saya sangat berharap program layanan ini bisa terus dikembangkan dan bisa menyentuh lapisan masyarakat lebih luas lagi. Terutama saya berharap RSU Kota Tangsel bisa memberikan fasilitas rawat inap untuk pasien TB RO disini. Karena secara psikologis mereka sangat percaya dan tergantung pada pelayanan petugas-petugas di RSU Tangsel," jelas dr. Elly Agustiana salah satu dokter RSU Tangsel yang ikut terlibat di program layanan TB RO ini.(ADV)

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill