ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri
Senin, 9 Februari 2026 | 14:21
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TANGERANGNEWS.com-PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) memberikan bantuan 5.000 liter air bersih kepada warga Kampung Koceak RT 06/02, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangsel, Rabu (9/10/2019).
Bantuan air bersih itu diberikan karena warga mengalami kesulitan air bersih selama 5 bulan terakhir.
"Begitu mendengar ada pemberitaan atas kekurangan air di sini, kita PT PITS langsung melakukan tindakan dengan mengirim satu tangki besar dengan kapasitas 5 ribu liter," kata Direktur Utama PT PITS Dudung E Diredja usai memberikan bantuan kepada warga Koceak.


Ia mengatakan, bantuan ini diberikan guna memenuhi kebutuhan air warga dalam jangka pendek.
"Nanti akan kita salurkan air bersih itu secara rutin. Setiap bulan, atau setiap minggunya, diputuskan nanti," lanjut mantan Sekretaris Daerah Tangsel itu.
"Ini merupakan tanggung jawab PT PITS atas bencana yang menimpa warga Koceak. Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan air warga Koceak," imbuhnya.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam jangka panjang, PT PITS juga membangun akan instalasi air.
"Untuk jangka panjang, PT PITS sudah merencanakan membuat instalasi pengolahan air yang bersumber dari Sungai Cisadane," katanya.

Nantinya, instalasi pengolahan air ini akan menyalurkan air dengan kapasitas 1.000 liter perdetik dan akan melayani 100 ribu rumah se-Tangsel.
"Saat ini sudah memasuki proses tes kelayakan. Mudah-mudahaan dapat kita akselerasi agar bisa memproduksi air di tahun 2022," terangnya.
Lanjut Dudung, PT PITS juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, ataupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
"Semoga dapat menanggulangi krisis air di Tangsel," pungkasnya.(RMI/HRU)
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TODAY TAGDi tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews