Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan mengajak anak muda Tangsel untuk melek Pilkada Tangsel 2020 nanti. Kesempatan pun diberikan untuk berpartisipasi melalui lomba jingle.
Jingle Pilkada Tangsel tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak muda Tangsel berekspresi. Meski demikian, nuansa Tangsel dalam jingle tersebut menjadi penilaian utama.
Komisioner KPU Kota Tangsel, Taufiq MZ mengatakan, jingle tersebut sengaja dilombakan untuk menarik minat dan partisipasi publik, terutama anak muda pada Pilkada Tangsel.
BACA JUGA:
“Ini bentuk sosialsiasi kita juga, agar masyarakat tahu, kalau ada Pilkada di Tangsel dalam Pilkada serentak 2020 nanti. Makanya kita mengadakan sayembara ini,” ujarnya, Rabu (30/10/2019)
Pendaftaran lomba tersebut akan dibuka hingga 29 November nanti. Pemenang akan diumumkan pada Desember 2019.
Meski sudah dibuka pendaftaran, kata Taufik, namun belum ada satu pun peserta yang mendaftar. Padahal, lomba tersebut berhadiah hingga Rp11 juta.
"Jingle akan digunakan sebagai bagian dari media sosialisasi, karena bagian dari penilaian kita dalam jingle kita memuat unsur tanggal pelaksanaan, harapan KPU, nilai dan Pilkada Tangsel yang berintegritas, jauh dari hoaks, bermartabat dan berjalan dengan damai," terangnya.
Sementara, Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro berharap animo masyarakat menciptakan jingle untuk Pilkada Tangsel 2020 ini tinggi.
“Kami berharap peminatnya tinggi. Dan berdampak pula nantinya pada partisipasi yang tinggi pada proses Pilkada 2020 nanti,” pungkasnya.(MRI/RGI)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews