Connect With Us

KPU Banten Harap Tak Ada Calon Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2020

Muhamad Ikbal | Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:23

komisioner KPU Banten, Mashudi. (TangerangNews/2019 / Mochamad Iqbal)

 

Cilegon - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten berharap tidak ada pasangan calon pada Pilkada 2020 di Banten yang melawan kotak kosong. Meskipun melawan kotak kosong adalah konstitusional.

Ada empat daerah yang akan menyelenggarakan pilkada di Banten, yakni Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang. Fenomena calon kepala daerah melawan kota kosong biasanya karena ada sistem borong partai.

"Calon tunggal ya konstitusional sih sebenarnya, calon tunggal itu lawan kotak kosong, bukan tidak ada lawan ya, kotak kosong lawannya," kata komisioner KPU Banten, Mashudi kepada wartawan di Cilegon, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, calon yang melawan kotak kosong biasa terjadi di pilkada serentak. Pada pilkada serentak lalu, beberapa daerah ada calonnya melawan kotak, di Makassar, kotak kosong menang melawan calon kepala daerah.

"Itu terjadi di beberapa daerah pada pilkada yang lalu. Ya seperti di Makassar," ujarnya.

Mashudi berharap tidak ada satu daerah pun yang menyelenggarakan pilkada terdapat calon melawan kotak kosong, termasuk di Cilegon. Dengan demikian, masyarakat punya pilihan meski memilih kotak kosong adalah pilihan.

"Saya sih berharap Cilegon tidak lah yah (tidak ada kotak kosong). Paling tidak ada calon perseorangan dua atau tiga," kata dia.(RMI/HRU)

TEKNO
Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Ajak Masyarakat Kelola Limbah Elektronik

Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Ajak Masyarakat Kelola Limbah Elektronik

Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46

Baterai menjadi salah satu benda yang digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan, berbagai perangkat membutuhkan baterai agar dapat berfungsi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill