Connect With Us

Siti Nur Azizah Ngampung ke Lokasi Banjir di Tangsel

Mohamad Romli | Rabu, 1 Januari 2020 | 21:46

Bakal calon Wali Kota Tangsel Siti Nur Azizah terjun ke lokasi banjir di Kampung Bulak, Kelurahan Pondok Kacang Timur dan Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Banjir melanda beberapa lokasi di Kota Tangerang Selatan. Banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan itu menyebabkan pemukiman warga di Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, dan Perumahan Maharta, Pondok Kacang, Kecamatan Pondok Aren, terendam banjir, Rabu (1/1/2020).

Dua wilayah tersebut memang kampung yang kerap tergenang banjir. Kali ini, banjir dipicu karena luapan air dari sungai Maharta dan Angke.

Mendapatkan kabar Tangsel dikepung banjir, bakal calon (Bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah pun tak berdiam diri. Ia berinisiatif langsung terjun ke dua kampung tersebut.

Putri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin itu pun tak gentar oleh banjir. Untuk mencapai titik banjir, ia menaiki perahu karet di lokasi, kemudian berjalan kaki menyapa satu demi satu warga di lokasi.

"Musibah ini sangat menyentuh hati saya, karena saudara-saudara kita tidak menduga akan dilanda banjir setelah suka cita menyambut tahun 2020 ini," ungkap Azizah kepada awak media.

Azizah yang juga turut basah karena harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi penampungan warga, kemudian menyerahkan bantuan untuk para korban banjir.

"Saat ini, yang paling saudara-saudara kita butuhkan adalah makanan dan minuman, terutama anak-anak, mereka tidak boleh kesulitan nutrisi," imbuhnya.

Saat itu, Azizah menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman yang disambut antusias oleh para korban banjir. Azizah juga memberikan motivasi kepada warga untuk tabah meski dalam situasi musibah. Ia berjanji, persoalan banjir menjadi salah satu masalah yang ingin dituntaskannya.

"Persoalan banjir harus didapatkan solusi jangka panjangnya, sebab sangat menguras energi para korban. Ini salah satu fokus saya ke depan. Saya bertekad, Tangsel harus terbebas dari banjir," pungkasnya.

Kepada Azizah, Ketua RT 04/02, Kampung Bulak, Suroso menjelaskan, air memasuki kawasan pemukiman sejak subuh dan mulai surut pada sore tadi.

Karena banjir, warga kemudian mengungsi ke masjid yang lokasinya lebih tinggi.

"Di RT ini, ada sekitar 50 kepala keluarga. Sekarang sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing, hanya sekitar 15 kepala keluarga yang masih bertahan di penampungan," jelasnya.

Akibat banjir, selain putusnya  akses jalan di perbatasan antara Pondok Aren dan Pondok Kacang Timur, aliran listrik pun sempat dipadamkan.

"Kondisi kami seperti ini kalau sudah banjir, sehingga kami sangat meminta perhatian ke depan tidak ada lagi banjir. Tadi saya sampaikan hal itu kepada Ibu Azizah, dan beliau sangat serius menyimak serta akan mencarikan solusinya," pungkasnya.(RMI/HRU)

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

HIBURAN
Rayakan HUT Ke-7, Swiss-Belhotel Serpong Potong Harga Kamar 35 Persen untuk Tamu Pemegang Kartu Loyalitas

Rayakan HUT Ke-7, Swiss-Belhotel Serpong Potong Harga Kamar 35 Persen untuk Tamu Pemegang Kartu Loyalitas

Senin, 20 Juli 2026 | 10:36

Swiss-Belhotel Serpong memperingati hari jadinya yang ketujuh dengan menggelar perayaan bertema “Road to Victory” pada Rabu, 16 Juli 2025, lalu.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill