Connect With Us

Ini Alasan Wanita yang Sebar Hoaks Penculikan Bayi di Pondok Cabe

Rachman Deniansyah | Minggu, 1 Maret 2020 | 17:51

Penyebar berita hoaks penculikan bayi, Andi Sulis dan suami bersama jajaran Polsek Pamulang. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Polisi pastikan kabar viral soal penculikan bayi lima bulan di wilayah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, merupakan kabar palsu atau hoaks. 

Isu penculikan yang dikabarkan terjadi di dalam sebuah angkutan umum itu, ternyata merupakan skenario palsu yang sengaja dibuat seorang wanita bernama Andi Sulis. 

Bahkan, tak hanya skenarionya yang palsu, tapi bayinya pun palsu. Dengan kata lain, sebenarnya, Sulis tak memiliki anak. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Anak Lima Bulan Diculik Saat di Angkot Pondok Cabe TANGERANGNEWS.com-Pengguna akun media sosial Instagram mengirimkan kabar kepada akun TangerangNews, bahwa telah terjadi penculikan terhadap bayi berusia lima bulan. . . Peristiwa itu dikabarkan oleh akun @esika_erlan yang menuliskan bahwa penculikan terjadi pada Sabru 29 Februari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. . . Sang pengabar akun tersebut juga telah melaporkan ke Polsek Pamulang Kota Tangerang Selatan. Sebab, lokasi terjadinya peristiwa tersebut ditulis di daerah Pondok Cabe. "Mohon bagi bapak ibu yang menemukan bayi tersebut agar dapat menghubungi Ibu Yuliah di nomor 081314378368, terima kasih atas bantuannya," tulis @esika_erlan. . . Info : @esika_erlan . . Slide 1 : Foto Korban Slide 2 : Keterangan . #tahudaritangerangnewscom

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom) on

Kapolsek Pamulang Kompol Hadi Supriyatna menjelaskan, kebohongan itu pertama kali dikabarkan olehnya, kepada sang kakak. 

Tujuannya, kata Hadi, untuk mengelabuhi suaminya, Sunardi, yang sudah tidak tinggal seatap olehnya. 

"Supaya suaminya yakin bahwa saudari Andi Sulis telah memiliki anak dari suaminya," ucap Hadi saat dihubungi, Minggu (1/3/2020).

Hadi menerangkan, skenario penculikan anak dengan cara hipnotis, dibuat lantaran saat itu Sulis berjanji dengan suaminya untuk bertemu di wilayah Parung, untuk melihat anaknya. Ia berbohong, karena sebenarnya Sulis tak memiliki anak.

"Sebenarnya Saudari Sulis pernah hamil dengan suaminya Sunardi, akan tetapi pada saat umur lima bulan kehamilanya, digugurkan dengan cara minum obat," sambungnya.

Lebih lanjut, Hadi menyebut, hal itu dilakukannya dengan motif balas dendam. 

 

"Saudari Andi Sulis membuat laporan seperti ini dengan motif balas dendam, karena selama hamil tidak dinafkahi," terangnya. 

Sementara, foto bayi yang selama ini beredar, merupakan foto palsu yang diambilnya dari laman Facebook. 

Hadi mengungkapkan, kebohongan yang telah menggegerkan dunia maya itu pun juga membuat jajarannya terkejut. 

"Polisi syok dan ternyata tidak benar laporan tersebut," imbuhnya. 

 

Saat ini, kata Hadi, Sulis pun masih berada di Polsek Pamulang. Polisi masih melakukan penyidikan terhadapnya, terkait kabar dan laporan palsu yang telah dibuat olehnya.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill