Connect With Us

COVID-19, Rp300 Ribu Bantuan Non Tunai Bagi Warga Miskin di Tangsel

Rachman Deniansyah | Selasa, 7 April 2020 | 20:19

Ilustrasi Uang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat tidak mampu (miskin) di Kota Tangerang Selatan akan mendapatkan bantuan uang non tunai dari pemerintah setempat. Hal ini sebagai jaring pengamanan sosial akibat wabah virus Corona.

Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel sedang menghimpun data keluarga yang berpenghasilan rendah, atau warga yang penghasilan tidak tetap. 

Kepala Dinsos Kota Tangsel Wahyunoto Lukman menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan diberikan berupa uang non tunai. Bantuan akan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat program.

"Diupayakan sesegera mungkin, jumlah bantuannya Rp300 ribu per kepala keluarga (KK) dan (untuk) satu kali masa tanggap darurat," ujar Wahyu melalui pesan singkat, Selasa (7/4/2020).

Pihaknya akan menetapkan penerima bantuan secara selektif berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). 

"Kami sudah punya data keluarga miskin dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), tapi mereka juga sudah menjadi sasaran bansos khusus Covid-19 bantuan Presiden. Untuk sasaran bantuan dari sumber APBD Tangsel diupayakan untuk prioritas mereka yang belum mendapat bantuan dari program manapun, atau yang tidak ada dalam DTKS," paparnya. 

"Sehingga realisasi bantuan sangat tergantung dengan usulan dan akurasi data calon penerima," sambungnya.

Sementara itu, kata Wahyu, saat ini berdasarkan data sementara, terdapat sebanyak 36.162 KK yang tergolong keluarga kurang mampu di Tangsel. 

Untuk lebih tetap sasaran, melalui surat bernomor 460/179-DINSOS/2020, Dinsos Tangsel telah meminta para Lurah dan Camat agar membantu untuk mengkoordinir serta mendata para calon penerima bantuan tersebut dengan tepat. 

Dalam surat tersebut Dinsos Tangsel meminta agar para calon penerima bantuan melampirkan persyaratan, seperti fotokopi kartu keluarga (KK), fotokopi KTP kepala keluarga dan surat keterangan bank tentang rekening aktif. (RMI/RAC)

BANTEN
Mata Merah Jangan Sembarangan Ditetesi Obat, Kenali Gejala dan Penyebab Konjungtivitis

Mata Merah Jangan Sembarangan Ditetesi Obat, Kenali Gejala dan Penyebab Konjungtivitis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:35

Mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang langsung membeli obat tetes mata tanpa mengetahui dampaknya.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Catat Surplus Keuangan Rp4,3 Triliun di Momen HUT ke-81 RI

Pemkot Tangsel Catat Surplus Keuangan Rp4,3 Triliun di Momen HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:05

Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memaparkan sejumlah capaian kinerja dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill