Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Balap lari liar yang viral di media sosial tak hanya terjadi di Kota Tangerang. Belakangan diketahui aktivitas yang digelar dengan cara tak biasa itu juga terjadi wilayah Tangerang Selatan.
Menurut informasi yang dihimpun, balapan lari liar itu terjadi di sejumlah wilayah, seperti Serpong, Pamulang, dan Ciputat Timur.
Selayaknya balap motor liar, aksi adu cepat yang viral di media sosial ini juga digelar di jalan umum pada malam hari.
Balapan liar tanpa sepeda motor itu, umumnya dilakukan oleh sekumpulan pemuda. Sebelum memacu kecepatan larinya, mereka juga nekat menutup ruas jalan untuk sementara waktu.
BACA JUGA:
Informasi yang dihimpun, aksi balap lari liar itu terakhir terjadi di wilayah Serpong, Tangsel, Kamis (10/9/2020) malam.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan berpendapat bahwa aksi adu cepat dengan cara berlari itu dianggap sebagai ajang olahraga.
Namun yang menjadi catatan dalam kasus ini, yakni kerumunan orang yang terjadi dalam aktivitas itu. Sebab kondisi itu dapat berpotensi menjadi tempat penyebaran COVID-19.
"Lari kan olahraga boleh. Yang enggak boleh, menutup jalan, taruhan judi, dan kerumunan," ujar Iman dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020).
Iman akan menerjunkan personelnya untuk mengingatkan para pemuda yang melakukan aksi balap lari liar tersebut bahwa saat ini tengah terjadi pandemi Corona.
"Kami akan edukasi mereka dan ingatkan perihal Perwal tentang larangan berkerumun," pungkasnya.(RAC/RMI)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews