Connect With Us

30% Jalan di Tangsel Rusak

| Rabu, 25 Agustus 2010 | 17:43

jalan rusak (tangerangnews.com / dens)

 

TANGERANGNEWS-Kepala Dinas Bina Marga dan PU Kota Tangsel, Dendy Pryadana mengatakan, saat ini persoalan jalan rusak masih menjadi masalah di Kota Tangsel. Dari 547 Km, jalan kota dan jalan desa yang tersebar diseluruh Kota Tangsel,  30 %-nya mengalami rusak.
 
 “Tetapi kami sudah mencicilnya sejak 2009 hingga 2010 ini. Yang sudah bagus dan selesai dibangun 50 Km. Jalan yang rusak itu tersebar, diantaranya seperti di Pondok Aren, yakni di jalan Lengkong Wetan dan Pondong Kacang. Sedangkan di Pondok Cabe di jalan Pala,” tuturnya.
 
Dendy juga mengatakan, penyebab pihaknya tidak bisa menggunakan transportasi massal seperti Busway. Menurut dia, jalan memang saat ini menjadi kendala, selain karena penolakan sopir angkutan umum, juga karena permasalahan jalan di Tangsel yang masih sempit. “Padahal minimal lebar jalan 20 meter, itu minimal. Idealnya, lajurnya ada enam, sebelah kiri tiga lajur sebelah kanan tiga lajur,” jelasnya.
 
Ditanya soal penanganan banjir, dirinya menerangkan, pihaknya berencana memang banjir akan cepat bisa tertangani pada tahun depan setelah adanya wali kota definitif.”Tahun depan kami telah menganggarkan rencana pembangunan drainasse agar saluran air di kota ini terintegrasi,” tuturnya.  (dira)
 
TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill