Connect With Us

Yayat-Norodom Keliling Tangsel

| Kamis, 4 November 2010 | 19:54

Pasangan nomor 1, yayat Sudrajat-Norodom Sukarno saat berkampanye di lapangan Rempoa. (tangerangnews / dira)


TANGERANGNEWS
- Kampanye terbuka putaran kedua bagi pasangan Yayat Sudrajat- Norodom Sukarnoa, hari ini tidak disia-siakan. Ribuan massa dikerahkan. Bersama para pendukung kandidat nomor satu itu unjuk kekuatan, dengan dikawal khusus kendaraan Hartop keliling Kota Tangsel.

"Coblos No 1, dengan satu putaran saja,". Teriakan itu membahana di sela-sela pemberangkatan konvoi pendukung pasangan Yayat Sudrajat- Norodom Sukarno diposko mereka di Rawabuntu, kecamatan serpong Kota Tangsel.

Massa pendukung pasangan dari jalur independen  ini sudah terkonsentrasi di posko mereka sejak pukul 08.00. Ratusan massa pendukung pasangan tersebut berangkat menggelar pawai simpatik dengan berkonvoi kendaraan keliling kota Tangsel.

Konvoi massa pun dilakukan, dalam rentang waktu cukup lama. Hampir 4 jam memuaskan diri show of force di jalan-jalan strategis, sampai jalan tikus. Akibat banyaknya massa yang mengikuti konvoi, pihak kepolisian Satlantas yang ada di kota itu harus bekerja keras untuk mengatur arus lalu lintas.

Dari pantauan Tangserangnews.com, kampanye pasangan calon nomor urut satu tersebut bukan hanya dipusatkan di satu lokasi. Hampir di tujuh Kecamatan yang ada di Kota Tangsel dilewati pasangan itu, terlihat rombongan pendukung berkonvoi kendaraan. Bahkan barisan peserta konvoi tesebut bak air mengalir, tidak ada habisnya sehingga membuat arus lalu lintas agak tersendat.

Misalnya di jalan Serpong menuju Alam sutera, Pakujaya, Pondok Aren, pondok pucung sampai Bintaro, arus pawai simpatik dari pendukung ikhlas sambung menyambung. Begitu sudah tidak terlihat peserta kampanye, tak lama kemudian muncul lagi rombongan kendaraan yang membawa atribut pasangan calon itu.

Mengenakan kaos merah, dan berdiri di mobil bak terbuka, pasangan ikhlas mengacungkan no 1 kepada masyarakat yang melihat konvoi mereka. Begitu pula para pendukung mereka yang berada di mobil tertutu dan sepeda motor, yang mengiringi di belakang turut pula mengacungkan no 1.

Saat konvoi pasangan Ikhlas membagikan kaos dan topi kepada warga yang kebetulan berpapasan di jalan dan di jalan yang dilalui peserta pawai simpatik.

“Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudaraku,jangan lupa coblos no 1 inilah pasangan yang ideal, pasangan yang berpengalaman dan lebih paham di pemerintahan, kita dikasih modal buat usahain, KTP gratis.
“Pasangan yang lain kaga begini,’’ ujar H. Bolot melalui mikropon.(deddy)

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill