Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Warga Tangerang Selatan digegerkan dengan munculnya fenomena awan yang menyerupai bentuk angin tornado. Kejadian langka tersebut pun viral di media sosial.
Awan berbentuk angin tornado atau kerucut terbalik dengan ukuran kecil itu, muncul bersamaan saat hujan mulai mengguyur sebagian wilayah Tangsel, Minggu, 19 Desember 2021.
Menurut informasi dihimpun, awan itu hanya terlihat di beberapa wilayah Tangsel. Fenomena langka itu pun sempat menghebohkan netizen.
Kemunculan momen langka itu, salah satunya diabadikan oleh salah satu netizen dengan akun instagram bernama @botar_997 atau Rhasli Putra Perdana.
Ia melihat fenomena itu saat berada di sekitar wilayah Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangsel, sekitar pukul 15.00 WIB.
Kondisi awan sebelumnya sangat terik, tiba-tiba berubah menjadi mendung. Seolah hujan besar ingin mengguyur.
"Dari panas tiba-tiba mendung, seperti pertanda akan turunnya hujan. Saat itu saya melihat ke arah langit melihat ada kejadian itu," ujar Rhasli saat dihubungi melalui akun instagram pribadinya.
Fenomena itu tampak janggal baginya. Ia pun mengaku sempat merasa khawatir. Namun saat itu, setelah mengabadikan momen tersebut, akhirnya ia mengunggah ke media sosial.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan secra ilmiah ihwal kemunculan fenomena tersebut. Awan aneh itu pun secara perlahan mulai hilang, seiring dengan meredanya hujan.
"Alhamdulillah tidak terjadi hal yang buruk dan merugikan warga sekitar," tandasnya.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGSalah satu kota mandiri di Tangerang, Paramount Petals dibangun dengan perencanaan matang di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keberlanjutan, hingga kenyamanan hidup
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews