Connect With Us

Dikira Belanjaan, Kantung Plastik di Pasar Pamulang Berisi Mayat Bayi

| Rabu, 23 Maret 2011 | 16:00

Mayat bayi di Pasar Pamulang. (tangerangnews / dira )


TANGERANG
-Pedagang dan pembeli di Pasar Swadaya Pamulang, Benda Baru, Pamulang, Kota Tangsel dihebohkan dengan adanya penemuan mayat bayi yang ditaruh di sebuah lapak di pasar tersebut.
 
Berawal dari seorang petugas kebersihan pasar tersebut bernama Herman yang memperhatikan kantung plastik berwarna merah itu. Sebenarnya, kata Herman, dia telah memperharikan kantung plastik itu sejak pukul 09.00 WIB. "Tetapi karena saya pikir itu belanjaan orang, ya saya cuekin saja," ujar Herman, saat ditemui di lokasi kejadian.

Herman mengatakan, dia baru berani membuka kantung plastik itu setelah para pembeli sudah tidak ada di lokasi. "Saya buka sekitar pukul 12.0 WIB.  Saya pun membukanya tidak sendirian, tetapi bersama pedagang yang lapaknya berdekatan dengan kantung plastik itu berada. Saya pikir ini belanjaan orang yang ketinggalan," terangnya.

Herman kesulitan  membukanya, karena begitu dibuka tidak langsung mengetahui benda apa yang yang ada di dalam kantung plastik berwarna merah itu.

"Sebab, ada empat rangkap kantung plastik dan sehelai kain menutupi barang ini. Begitu kain dibuka, kami terkejut begitu tahu isinya mayat bayi berjenis kelamin perempuan lengkap dengan ari-ari dan darah segar. Sepertinya, baru saja meninggal," ujar Herman.


Atas temuan itu, Herman bersama-sama pedagang akhirnya melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Pamulang. Warga yang ingin melihat, tampak mengerubungi pasar ini.


Kapolsek Pamulang Kompol Zulkiefli Muridu mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan. "Saat ini kami sedang menunju lokasi. Tetapi kami belum bisa memastikan itu bayi miliki siapa, karena lokasinya adalah pasar, tidak menutup kemungkinan bayi itu dibuang bukan hanya dilakukan warga sekitar, bisa jadi warga yang jauh dari lokasi," terangnya. (DIRA DERBY)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44

Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.

KAB. TANGERANG
300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:57

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill