Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 510 rumah umum tak layak huni (RUTLH) di Tangerang Selatan (Tangsel) ditargetkan akan dibongkar total selama 2024. Hal ini menyusul dilanjutkannya program bedah rumah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, proses bedah rumah di Tangsel memang akan dibongkar secara total agar nantinya menghasilkan bangunan permanen.
"Kalau di Tangerang Selatan itu bongkar total, dijadiin baru. Makanya bangunannya permanen jadi jangka panjang," ujarnya di wilayah Serpong, Tangsel, pada Jumat, 26 Januari 2024.
Lanjut Benyamin, berdasarkan Peraturan Wali Kota No. 110 tahun 2022, penerima manfaat program bedah rumah harus melalui verifikasi terlebih dahulu, diantaranya kebenaran lokasi, ketersediaan, hingga kepemilikan lahannya.
Benyamin berharap, program bedah rumah yang telah memperbaiki lebih dari dua ribu rumah di Tangsel dapat menekan angka kemiskinan ekstrem.
"Semoga angka kemiskinan ekstrem bisa kita tekan serendah-rendahnya di Tangerang Selatan dan lain-lainnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel Aries Kurniawan menjelaskan, pembongkaran akan mulai dilakukan pada awal Februari 2024 mendatang.
"Ada dua tahapan. Pertama ada 255 unit, itu Februari sampai lebaran atau April. Kemudian tahap kedua setelah lebaran, sekitar April atau Mei sebanyak 255 unit lagi," terangnya.
Adapun ratusan rumah yang akan dibongkar tersebut meliputi seluruh kecamatan di Tangsel, diantaranya Ciputat sebanyak 68 unit, Ciputat Timur 65 unit, Pamulang 65 unit, Pondok Aren 94 unit, Serpong 80 unit, Serpong Utara 70 unit, dan Setu 68 unit.
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan Undang-undang (UU) No 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) tidak berdampak pada pegawai di wilayahnya.
Raksasa ritel fesyen H&M telah menutup 163 gerai di berbagai negara sebagai bagian dari strategi penyesuaian bisnis yang kini lebih berfokus pada penguatan penjualan digital dan investasi di lokasi toko yang dinilai paling menguntungkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews