Connect With Us

Dishub Tangsel Surati Dishub DKI Jakarta

| Rabu, 18 Mei 2011 | 17:27

Jalan Raya Serpong macet. (tangerangnews / dira)


TANGSEL-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengirim surat kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jumat (13/5), terkait kebijakan pengalihan truk untuk melintas di jalan tol dalam kota. Isi surat itu adalah meminta Dishub DKI mengkaji ulang kebijakan tersebut.

"Kami sangat menyayangkan atas kebijakan itu. Sebab dampaknya menjadi negatif terhadap Tangsel, jalan jadi tambah macet terutama di Jalan Raya Serpong, oleh kehadiran truk-truk tersebut," ucap Kepala Dishub Tangsel, Nurdin Marzuki.

Seperti diketahui, akibat penyelenggaraan KTT Asean, pemprov DKI menerapkan kebijakan larangan bagi truk untuk melintas di tol dalam kota mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang, pada pukul 05.00 . 22.00.

Bahkan ada wacana kebijakan itu akan dipermanenkan. Akibatnya semua truk yang hendak melintas ke wilayah Tangerang dan Merak, harus lewat Jalan Raya Serpong.

Menurut Nurdin, seharusnya Dishub DKI memberitahu dahulu kepada Pemkot Tangsel.

 "Kami ini bukan daerah penyanggah DKI, tapi kami ini mitra. Jadi harus diperlakukan sebagai mitra. Kalau ada kebijakan, ya dikoordinasikan agar tidak menimbulkan masalah buat daerah lain," ucapnya.

Menurut Nurdin, pemprov DKI terkesan arogan. "Jangan melempar masalah macet kepada daerah lain. Di sana tidak macet, di Tangsel yang macet. Ini merugikan warga Tangsel," tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, kata Nurdin, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Serpong meningkat tajam, dari sekitar 9.000 unit/jam kini menjadi 11.000 unit/jam.

"Jika diteruskan, jalan akan cepat rusak. Bayangkan saja truk kontainer 40 feet lewat Tangsel, padahal jalan tidak diperuntukan bagi truk seberat itu," ucap Nurdin.

Kabid Lalu Lintas Dishub Tangsel, Wijaya Kusuma,  bahwa pada Senin pekan depan pihaknya akan mengundang Dishub DKI untuk membahas masalah ini.

"Dampak dari kebijakn ini luar biasa bagi Tangsel. Kemacetan jadi makin parah, dan merugikan banyak pihak di Tangsel," ucap Wijaya.

Menurut Wijaya, kini jumlah petugas dioptimalkan untuk mengatur lalu lintas. "Sekarang ini sekitar 300 orang petugas Dishub mengatur lalu lintas. Ini memang tugas kami, tapi tadinya kami bertugas secara bergiliran, tapi sekarang tugas semua. Tiap kecamatan kami tempatkan sekitar 42 orang untuk bertugas (Tangsel ada tujuh kecamatan)," katanya.(DRA)

KAB. TANGERANG
1.524 Pelajar Kuliah Gratis, Program Berasiswa Tangerang Gemilang Diganjar Penghargaan

1.524 Pelajar Kuliah Gratis, Program Berasiswa Tangerang Gemilang Diganjar Penghargaan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:24

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meraih penghargaan atas komitmennya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan unggul melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.

PROPERTI
Danantara Housing Expo 2026 Sediakan 6 Ribu Unit Hunian MBR, Termasuk di Tangerang

Danantara Housing Expo 2026 Sediakan 6 Ribu Unit Hunian MBR, Termasuk di Tangerang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Event Danantara Housing Expo (DHE) 2026 resmi dibuka di NICE Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, pada Kamis 27 Agustus 2026.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

SPORT
Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:20

Persita Tangerang resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad terbarunya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill