Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kebanjiran setelah diguyur hujan deras sejak dini hari tadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha melaporkan ada 3 titik banjir di wilayahnya.
Lokasi tersebut di antaranya Kelurahan Pondok Kacang Timur di Kecamatan Pondok Aren, Kelurahan Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur dan Kelurahan Sawah Lama di Kecamatan Ciputat.
"Ada tiga titik yang laporannya kami terima, yakni Pondok Maharta, Pondok Aren lalu Tembok Bolong, Rempoa dan Perum Pondok Safari, Jurangmangu," katanya, Jumat, 22 Maret 2024.
Banjir dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter itu merendam rumah dari 290 kepala keluarga. Namun sampai saat ini, belum ada yang dievakuasi maupun mengungsi, karena kebanyakan warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing.
"Untuk banjir paling tinggi itu di Tembok Bolong, Rempoa karena mencapai 50 sentimeter. Namun warga masih memilih untuk bertahan," ujarnya.
Meski demikian, petugas masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi bila air semakin naik, lantaran curah hujan yang mengguyur wilayah setempat cukup deras.
"Tidak hanya itu, kami juga akan menerjunkan alat penyedot air supaya banjir cepat surut," ungkapnya.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews