Connect With Us

Pemkot Tangsel Targetkan 30% Ruang Hijau

| Minggu, 3 Mei 2009 | 18:23

TANGERANG(SI)- Pemkot Tangsel berupaya memberikan citra kota yang berbeda dari kota lainnya. Upaya penataan wilayah kota pun mulai tersusun baik. Diantaranya penerapan lahan ruang terbuka hijau (RTH). Ditargetkan ruang terbuka hijau itu harus 30 % dari luas wilayah kota. Itu merujuk pada UU No.26/ 2007 tentang Penataan Ruang. Wali Kota Tangerang Selatan Sholeh MT menegaskan ruang terbuka hijau itu harus ditata sejak awal. Dengan menertibkan bangunan-bangunan yang memang melanggar UU tersebut. “Sanksi dalam UU tentang penataan ruang sudah cukup jelas. Bagi pelaku yang melanggar tata ruang itu dapat dikenakan sanksi pidana minimal Rp500 juta dan setinggi-tingginya Rp1,5 miliar, di tambah sanksi kurungan yang minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” katanya, Minggu (3/5). Untuk itu Pemkot Tangsel bakal mulai menertibkan pada perumahan di sekitar saluran air. Ini seklaigus mendukung upaya penataan bangunan di sekitar saluran sungai pasca bencana Situ gintung. Sholeh mengakui banyak kota-kota lain yang sulit mengejar target luas RTH nya. Karena memang sudah kalah dengan lajunya pertumbuhan ekonomi. Akibatnya banyak bangunan bisnis berdiri. Tanpa mampu terhalangi dengan aturan-aturan. "Tapi kita coba untuk menatanya. Setidaknya masih banyak lahan di Tangsel yang kosong dan itu harus dipertahankan dulu," paparnya.(den)
TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill