Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANGNEWS.com-Pemotongan kabel fiber optik semrawut yang gencar dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berdampak warga pengguna jaringan internet.
Banyak warga yang mengeluhkan jaringan internet mati sehingga menganggu aktifitas, Jumat 26 April 2024.
Suroto, warga di Jalan Benda Raya, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, mengatakan akibat pemotongan kabel optik, anaknya jadi kesulitan belajar online di rumah.
Selain itu ia juga tidak bisa melakukan pembayaran berbagai keperluan secara online.
Padahal ia sudah berlangganan jaringan internet. Namun belum ada informasi maupun tanggung jawab dari pihak provider atas situasi tersebut.
"Sudah 3 hari internet mati. Apa-apa jadi susah. Jadi harus beli paket data, keluar uang lagi," katanya.
Sementara itu, Iwan satpam Sekolah Waskito di Serua, Kecamatanan Ciputat, mengatakan hal yang sama. Dampak dari pemutusan kabel fiber optik membuat para guru dan murid kesulitan mengakses internet selama 3 hari ini.
Apalagi satu minggu ke depan sudah mulai ujian. Beberapa wali murid mengeluh tidak bisa melakukan pembayaran ke sekolah secara online.
"Tadi ada wali murid laporan kepada kami, kalau pembayaran online ujian tidak bisa, harus offline. Gara-gara pemutusan kabel fiber optik," terangnya.
Ia berharap perbaikan kabel optik segera diselesaikan supaya pelajar dan masyarakat umum yang terdampak bisa kembali menggunakan jaringan internet.
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memberikan klarifikasi terkait oknum petugas kargo Bandara Soekarno-Hatta yang diduga melakukan tindak pidana pencurian ratusan tas ekspor Lululemon dengan kerugian senilai Rp1 miliar.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews